Photo by Kelly Sikkema on Unsplash
Lalu kata itu memanggil sahabat-sahabatnya;
senyum, riang, hangat, ramah dan kata lainnya.
Mereka berbaris membentuk sebuah paragraf.
Dari tengah-tengah paragraf itu muncul kata baik
yang menggoyang-goyangkan pena ku.
Ditulisnya juga sedih, sepi, dingin, gundah, amarah dan kata lainnya.
Cerita menjadi begitu berwarna.
Dari perasaan yang gembira aku mulai merasakan duka.
Setelah ku seka air mata, aku sudah di akhir cerita.
Lalu kata pengertian menjelaskan bahwa hanya "baik"
yang dapat menerima segalanya.

Komentar
Posting Komentar