Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label syair

Diam

Apakah bila tak terucap sepatah kata pun itu diam? Apakah bila tak tertulis satu huruf pun itu diam? Apakah bila kita saling memikirkan dan tak berbicara itu diam? Apakah bila kita saling memandang dan tak berkata itu diam? Aku tidak benar-benar diam

Sajak lalu

Ada masa dimana Rajawali berhenti dan berdiam Hujan tidak membasahi bumi Dan sahabat meninggalkan. Bukan karena Rajawali menyerah kepada badai Atau hujan melupakan bumi Dan sahabat ingin berpisah dan pergi Tetapi ada fase dimana untuk tetap bersama kita harus berpisah. Bukankah kita akan saling merindu? bukankah kamu menjadi lebih nyata dipikiranku? bukankah bukankah bukankah? Aku merasa telah melewati sesuatu yang penting di masa lalu Tapi apa itu? Ketika aku melihatmu baru ku tahu Banyak waktu ku lewati tanpa mengenalmu Kamu hanya lalu.. SIAL !! Satu dasawarsa telah berlalu tapi siapa aku? Aku adalah batu yang hanya diam Melihat indahnya bumi tetapi tidak dapat menghampiri

Sang Daun

Keberadaan ku tanda semarak keindahan musim Keberadaan ku tanda bahwa dingin telah berlalu Keberadaan ku karena adanya kehangatan Kehangatan dari Dia yang memberi kehidupan Waktu ku tak lama, hanya beberapa bulan saja Berada karena cahaya, tiada karena cahaya Tidak menunggu, karena tak semu Waktunya kan digenapi, ketika angin itu membawa ku terjatuh Bersama semua ingatan aku menghampiri bumi Menjadi lebih berarti untuk yang kan datang Agar yang kan datang memperoleh sumber dimasa yang sukar Akan terlupa dan diinjak-injak orang

Nuja

Tak ada hati yang lebih besar dari hati orang-orang yang walaupun tidak salah tetapi meminta maaf, yang walaupun dihina tetapi terus menolong, yang walaupun disakiti tetapi terus mengasihi. Tak ada jiwa yang lebih kuat dari jiwa orang-orang yang walaupun susah tetapi pantang menyerah, yang walaupun lemah tetapi tak pernah pasrah, yang walaupun jatuh tetapi tak pernah mengeluh. Kepadanya pertolongan Allah akan turun seperti hujan yang pernah menenggelamkan bumi. Sehingga gempar seluruh ciptaanNya.

Kamu

Dengan kata-kata aku ingin melukismu, khayalku Dengan kata-kata aku ingin bercerita, pikirku Dengan kata-kata aku ingin berbicara, takutku Tapi kata-kata itu tak terlukis Kata-kata itu tak terceritakan Dan kata-kata itu tak berbicara padamu Begitu dekat sampai menjadi jauh Begitu hangat sampai menjadi dingin Begitu ramai sampai menjadi sepi Kiranya surya menyampaikan hangatku Kiranya bintang menyampaikan terangku Hangat yang tak dapat kuberikan Terang yang tak dapat ku pancarkan

Papa

Dia pernah menjadi bayi Dia pernah menjadi anak kecil Dia pernah menjadi remaja Dia juga pernah menjadi seorang pemuda Bayi yang kecil sukacita keluarga Anak kecil yang nakal dan menyenangkan keluarga Remaja yang pintar dan mempunyai banyak akal Pemuda yang pantang menyerah meski kerap gagal dalam usahanya Papa itu contoh keteguhan Papa itu contoh sayang keluarga Papa itu contoh kesederhanaan Papa itu contoh kelemah-lembutan dan kekuatan seorang pria Pagi hari tak akan pernah cerah tanpa tanda dari sang embun Sang embun takkan pernah ada tanpa nyala dari sang surya Meski tetesan tapi dia menyejukkan 2016-03-28