Langsung ke konten utama

Orang Samaria yang murah hati

Kisah ini diawali dengan perjumpaan ahli Taurat dengan Tuhan Yesus dimana ahli Taurat ini bermaksud untuk mencobai Tuhan Yesus. Ahli Taurat mencobai Tuhan Yesus dengan pertanyaan : "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?". Jawab Tuhan Yesus : "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?". Mendengar jawab Tuhan Yesus sang ahli Taurat langsung menjawab dengan jawaban : "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.".

Jawaban Tuhan Yesus terhadap ahli Taurat tersebut seperti menanyakan "keahli Tauratannya", apa yang ia  sudah baca, apa yang telah ia mengerti tentang Taurat dan apa yang telah ia pahami tentang hukum Taurat.
Kemudian Tuhan Yesus tidak hanya mengiyakan jawaban ahli Taurat tersebut melainkan menambahkan dengan berkata "...perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Seperti ahli Taurat banyak dari kita hanya tahu Firman Tuhan, membaca Firman Tuhan, merenungkan Firman Tuhan tanpa melakukannya. Disini Tuhan Yesus menyatakan bahwa bila kita berbuat demikian -seperti yang tertulis dalam Firman Tuhan- makan kita akan memperoleh hidup kekal.
Perbincangan berlanjut dengan pertanyaan dari ahli Taurat untuk membenarkan dirinya : "Dan siapakah sesamaku manusia?", kemudian Tuhan Yesus menceritakan tentang "Orang Samaria yang murah hati".
Pertanyaan kedua dari ahli Taurat ini seperti menanyakan "batasan" terhadap siapa yang layak dikasihi.

Dikisahkan : "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali."

 Kisah ini menceritakan seorang Yudea yang turun dari Yerusalem menuju Yerikho yang dalam perjalanannya jatuh ketangan penyamun-penyamun. Orang tersebut dirampok habis-habisan dan dipukuli sampai setengah mati. Kebetulan disana lewat seorang imam yang juga turun melalui jalan tersebut mungkin karena dilihatnya orang tersebut entah sudah mati atau belum sehingga ia tidak berani untuk menghampirinya karena dalam hukum Taurat bersentuhan dengan mayat atau bangkai akan menajiskan. Begitupun saat seorang Lewi lewat, ia hanya melewatinya. Kemudian lewat lah dijalan tersebut seorang Samaria yang menolong orang tersebut dengan menyirami luka orang Yudea tersebut dengan minyak dan anggur kemudian membalut luka-lukanya, setelah itu orang yang terluka tersebut diangkat ke keledainya dan dibawa ketempat penginapan, di penginapan tersebut orang Samaria ini berpesan kepada pemilik penginapan untuk merawat orang Yudea itu dan bila dalam perawatannya ternyata menggunakan lebih dari dua dinar yang ia berikan maka ia akan menggantinya waktu ia kembali.

Antara orang Yudea dan orang Samaria terdapat kesenjangan yang telah berlangsung sejak lama, hal ini dikarenakan orang Samaria bukan asli orang Israel karena orang Samaria adalah orang Israel yang telah menikah dengan orang bukan Israel (campuran), sedangkan orang Yudea adalah orang asli Israel (tidak campuran).

Tuhan Yesus menggunakan orang Samaria sebagai contoh sebagai penolong orang Yudea yang menolong sampai tuntas bukan tidak ada alasan, mungkin salah-satu alasan Tuhan Yesus adalah untuk mengubah pola pikir bahwa orang Samaria adalah orang yang terbuang dan bahwa "sesamaku" bukan orang yang sama suku dengan kita, sama ras dengan kita, sama negara dengan kita, sama bangsa dengan kita, tetapi "sesamaku" ialah siapapun yang membutuhkan pertolongan kita. Jadi Tuhan Yesus menyatakan bahwa tidak ada batasan terhadap "sesamaku" dalam nengasihi.

Setelah menceritakan tentang "Orang Samaria yang murah hati" Tuhan Yesus bertanya kepada ahli Taurat tentang siapakah sesama manusia dari orang yang jatuh ketangan penyamun?, jawaban dari ahli Taurat itu ialah orang yang menunjukkan belas kasihan kepadanya,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keteguhan Hati

Photo by eberhard 🖐 grossgasteiger on Unsplash Dua orang kakek yang sudah lama tidak bertemu membuat janji bertemu di depan sekolah tempat di mana mereka pernah menuntut ilmu. Kira-kira sudah 30 tahun mereka tidak pernah bertemu, dahulu mereka adalah teman yang sangat akrab. Pada pertemuan itu mereka saling memuji tentang apa yang mereka telah capai, tetapi kemudian mereka berdua terdiam lalu menangis. Kakek yang seorang pengusaha berkata kepada sahabat-nya : "Pada akhirnya diusia yang sudah tua ini dan dengan harta yang sangat banyak ini, aku masih iri denganmu yang terus setia melayani Tuhan, yang memikirkan keadaan melampaui  yang sementara ini.". Lalu kakek yang lain pun menjawab : "Aku pun iri dengan mu, yang tidak perlu bersusah payah untuk memikirkan makan apa keluarga ku esok hari." Pada akhirnya apapun yang kita lakukan akan dipertanyakan, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Lalu bagaimana agar apa yan...

Hari pertama di AVC Depok

 Yup, AVC Depok !!! Tadi dijalan waktu pulang dari kantor kepikiran untuk mengabadikan hari pertama di AVC Depok,  mengapa diabadikan ? karena mungkin moment-moment disana mau gw ingat lagi soalnya menurut gw ikut dalam AVC Depok adalah sebuah perjuangan. Buat yang belum tahu AVC Depok itu apa, AVC Depok adalah singkatan dari Autodidact Violin Community, komunitas Biola yang berada di Depok tepatnya Perpustakan UI. Untuk informasi AVC Depok disearch di google aja ya banyak kok infonya.. atau kunjungin aja webnya disini http://depok.avc.web.id/ Oke balik lagi, sebenarnya sebelum ikut AVC Depok gw pernah private gitu di Taman Suropati nga lama sih... kira-kira 1 bulan lebih, setelah itu vakum gitu nga kesana-sana lagi... biola jarang dimainin dan kalo dimainin juga cuma tangga nada aja sama lagu-lagu suzuki book 1, selama berbulan-bulan tuh begitu terus kira-kira 1 tahun deh.. (itu mah bukan berbulan-bulan jun hahaha, *biar berasa sebentar). Nah dimasa kegelapan itu se...

Nuja

Tak ada hati yang lebih besar dari hati orang-orang yang walaupun tidak salah tetapi meminta maaf, yang walaupun dihina tetapi terus menolong, yang walaupun disakiti tetapi terus mengasihi. Tak ada jiwa yang lebih kuat dari jiwa orang-orang yang walaupun susah tetapi pantang menyerah, yang walaupun lemah tetapi tak pernah pasrah, yang walaupun jatuh tetapi tak pernah mengeluh. Kepadanya pertolongan Allah akan turun seperti hujan yang pernah menenggelamkan bumi. Sehingga gempar seluruh ciptaanNya.