Langsung ke konten utama

Dewa juga sulit menemukan seorang manusia berakhlak mulia

Ada sebuah cerita mengenai Lu Dongbin menjadi dewa, dan hendak mewariskan kekuatan gaibnya kepada seorang murid yang tidak mempunyai sifat serakah.
Untuk menemukan murid yang sesuai dengan kriterianya, Lu Dongbin memikirkan sebuah rencana dan merubah dirinya menjadi seorang tua yang menjual kue bola manis. Ia memasang satu tulisan di kiosnya: "Satu koin - satu kue bola, dua koin - makan sepuasnya".
Banyak orang datang makan kue bolanya hari itu, tetapi tidak ada yang membayar satu koin untuk satu kue bola, semua memilih dua koin agar dapat makan sepuasnya.
Hari semakin larut, tiba-tiba datang Seorang anak muda dan membayar satu koin, memakan satu kue bola manis, lalu segera meninggalkan tempat.
Lu Dongbin merasa senang dengan pembeli tersebut, lalu ia berusah mengejarnya dan bertanya pada orang itu, "Mengapa Anda tidak membayar dua koin dan bisa makan sepuasnya?"
Anak muda itu menjawab dengan menyesal, "Saya hanya mempunyai sisa satu koin saja."
Mendengar jawaban anak muda tersebut, Lu Dongbin mendesah dan terbang ke langit. Setelah itu ia tidak pernah menerima seorang murid pun sepanjang hidupnya. Bahkan seorang dewa pun sulit menemukan seseorang yang tidak rakus dan tidak mempunyai keinginan.
Di dalam kehidupan sehari-hari, semua orang sibuk memikirkan untuk bertahan hidup dan berusaha untuk hidup lebih baik,hanya ada sedikit orang yang mau berpikir mengapa semua berjalan seperti demikian. Alasannya sangat
sederhana, karena kehidupan telah membuat manusia terbawa oleh keinginan yang berlandaskan nama baik dan kepentingan diri sendiri. Nama baik adalah sesuatu yang hampa dan bisa memuaskan kesombongan seseorang, sedangkan kepentingan diri sendiri adalah sesuatu yang nyata serta memuaskan keinginan dan kebutuhan kita.
Manusia demi kebutuhan hidupnya, lambat laun telah menjadi egois dengan selalu berpikir pada pencapaian terpenuhinya kebutuhan untuk kepentingan diri sendiri, yang kemudian berubah makin lama menjadi semakin besar. Tanpa disadari keinginannya menjadi sangat melambung dan pikiran mereka menjadi bodoh dan semakin kacau balau.
Manusia tidak ingin menanggalkan keinginannya dan ingin mendapatkan kepentingan diri sendiri lebih dan lebih banyak lagi. Seseorang mungkin saja mempunyai banyak rumah besar, tetapin orang tersebut hanya butuh satu ranjang untuk tidur. Seseorang mungkin saja mempunyai banyak mobil mewah, tetapi dia hanya bisa naik satu mobil setiap kali.
Berbeda dengan seorang Kultivator, yang senantiasa berusaha mempunyai standar yang lebih tinggi. Mereka terus berusaha meningkat sampai level di atas orang biasa dan mempertahankan kemurnian seperti bunga lotus yang mekar di atas kolam berlumpur.
Kultivasi berarti melepaskan segala jenis keinginan dan keterikatan hati. Mereka harus terus berasimilasi pada Sejati – Baik – Sabar, sampai mencapai pemahaman yang benar dari arti tidak mementingkan diri sendiri dan mengutamakan orang lain terlebih dahulu, dan terus meningkatkan kultivasi hingga mencapai kesempurnaannya. (Minghui.org/wid/ran)

Sumber : http://erabaru.net/tiongkok/budaya-tionghoa/8077-dewa-juga-sulit-menemukan-seorang-manusia-berakhlak-mulia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keteguhan Hati

Photo by eberhard 🖐 grossgasteiger on Unsplash Dua orang kakek yang sudah lama tidak bertemu membuat janji bertemu di depan sekolah tempat di mana mereka pernah menuntut ilmu. Kira-kira sudah 30 tahun mereka tidak pernah bertemu, dahulu mereka adalah teman yang sangat akrab. Pada pertemuan itu mereka saling memuji tentang apa yang mereka telah capai, tetapi kemudian mereka berdua terdiam lalu menangis. Kakek yang seorang pengusaha berkata kepada sahabat-nya : "Pada akhirnya diusia yang sudah tua ini dan dengan harta yang sangat banyak ini, aku masih iri denganmu yang terus setia melayani Tuhan, yang memikirkan keadaan melampaui  yang sementara ini.". Lalu kakek yang lain pun menjawab : "Aku pun iri dengan mu, yang tidak perlu bersusah payah untuk memikirkan makan apa keluarga ku esok hari." Pada akhirnya apapun yang kita lakukan akan dipertanyakan, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Lalu bagaimana agar apa yan...

Hari pertama di AVC Depok

 Yup, AVC Depok !!! Tadi dijalan waktu pulang dari kantor kepikiran untuk mengabadikan hari pertama di AVC Depok,  mengapa diabadikan ? karena mungkin moment-moment disana mau gw ingat lagi soalnya menurut gw ikut dalam AVC Depok adalah sebuah perjuangan. Buat yang belum tahu AVC Depok itu apa, AVC Depok adalah singkatan dari Autodidact Violin Community, komunitas Biola yang berada di Depok tepatnya Perpustakan UI. Untuk informasi AVC Depok disearch di google aja ya banyak kok infonya.. atau kunjungin aja webnya disini http://depok.avc.web.id/ Oke balik lagi, sebenarnya sebelum ikut AVC Depok gw pernah private gitu di Taman Suropati nga lama sih... kira-kira 1 bulan lebih, setelah itu vakum gitu nga kesana-sana lagi... biola jarang dimainin dan kalo dimainin juga cuma tangga nada aja sama lagu-lagu suzuki book 1, selama berbulan-bulan tuh begitu terus kira-kira 1 tahun deh.. (itu mah bukan berbulan-bulan jun hahaha, *biar berasa sebentar). Nah dimasa kegelapan itu se...

Nuja

Tak ada hati yang lebih besar dari hati orang-orang yang walaupun tidak salah tetapi meminta maaf, yang walaupun dihina tetapi terus menolong, yang walaupun disakiti tetapi terus mengasihi. Tak ada jiwa yang lebih kuat dari jiwa orang-orang yang walaupun susah tetapi pantang menyerah, yang walaupun lemah tetapi tak pernah pasrah, yang walaupun jatuh tetapi tak pernah mengeluh. Kepadanya pertolongan Allah akan turun seperti hujan yang pernah menenggelamkan bumi. Sehingga gempar seluruh ciptaanNya.