Yusuf adalah nama yang berarti "Mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku.".
Saat Yakub ayah Yusuf pergi dari Laban untuk kembali ke Tanah Kanaan tempat dimana Ia sebelumnya tinggal Laban mengejar mereka, dan untuk melindungi Yusuf, Yakub menempatkannya bersama dengan Rahel ditempat paling belakang.
Pada umur tujuh belas tahun, Yusuf telah biasa menggembalakan kambing domba bersama saudaranya, karena begitu besar kasih Yakub kepada Yusuf, Yusuf diperlakukan lebih dari pada saudaranya yang lain. Ia dibuatkan jubah yang maha indah oleh Yakub sementara yang lain tidak. Saudara-saudaranya semakin benci kepadanya karena cerita dari mimpinya dan mereka tidak mau menyapanya dengan ramah.
Pada suatu kali saat saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem, disuruhlah Yusuf untuk pergi kepada saudara-saudaranya. Ia pergi dari Hebron ke Sikhem yang berjarak 50 Mile, sesampainya disana Ia tidak menemukan mereka, Ia berjalan kesana-kesini di padang, bertemulah Ia dengan laki-laki yang bertanya kepadanya tentang apa yang Ia cari, kemudia laki-laki tersebut memberi tahu bahwa saudaranya pergi ke Dotan. Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.
Dari jauh Yusuf telah keliahatan kepada mereka, tetapi sebelum Yusuf mendekat, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. Ketika Ruben mendengar rencana mereka Ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, Ia menyarankan agar Yusuf dilempar ke dalam sumur yang ada di padang gurun. - maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Ketika orang Ismael dari Gilead datang dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, Yehuda menyarankan untuk menjual Yusuf maksudnya untuk mendapatkan untung.
Kemudian Ia dijual dengan harga dua puluh syikal perak. Mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya. Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam.". Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: "Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!" Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.
-------------------------------
Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.
Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri.
Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia. Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah. Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.
Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar, dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras. Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang. Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
Saat dipenjara Yusuf bertemu dengan juru minuman dan juru roti raja. Pada suatu kali bermimpilah juru minuman dan juru roti raja. Mimpi itu diceritakannya kepada Yusuf dan Yusuf dapat mengartikan mimpi tersebut. Setelah mengartikan mimpi juru minuman Yusuf berpesan kepadanya untuk menceritakan hal ihwalnya kepada Firaun dan menolongnya keluar dari rumah penjara. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.
Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun dan mimpi itu tidak Ia mengerti. Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya. Kemudian juru minuman mengingat akan Yusuf dan menyesal karena telah melupakannya, lalu Firaun memanggil Yusuf untuk mengartikan mimpinya. Setelah mimpi itu diartikan oleh Yusuf, Yusuf juga memberikan usul untuk masalah besar yang akan dihadapi Mesir, tidak hanyak Mesir bahkan seluruh Bumi.
Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya. Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."
Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On. Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku."
Saat Yakub ayah Yusuf pergi dari Laban untuk kembali ke Tanah Kanaan tempat dimana Ia sebelumnya tinggal Laban mengejar mereka, dan untuk melindungi Yusuf, Yakub menempatkannya bersama dengan Rahel ditempat paling belakang.
Pada umur tujuh belas tahun, Yusuf telah biasa menggembalakan kambing domba bersama saudaranya, karena begitu besar kasih Yakub kepada Yusuf, Yusuf diperlakukan lebih dari pada saudaranya yang lain. Ia dibuatkan jubah yang maha indah oleh Yakub sementara yang lain tidak. Saudara-saudaranya semakin benci kepadanya karena cerita dari mimpinya dan mereka tidak mau menyapanya dengan ramah.
Pada suatu kali saat saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem, disuruhlah Yusuf untuk pergi kepada saudara-saudaranya. Ia pergi dari Hebron ke Sikhem yang berjarak 50 Mile, sesampainya disana Ia tidak menemukan mereka, Ia berjalan kesana-kesini di padang, bertemulah Ia dengan laki-laki yang bertanya kepadanya tentang apa yang Ia cari, kemudia laki-laki tersebut memberi tahu bahwa saudaranya pergi ke Dotan. Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.
Dari jauh Yusuf telah keliahatan kepada mereka, tetapi sebelum Yusuf mendekat, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. Ketika Ruben mendengar rencana mereka Ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, Ia menyarankan agar Yusuf dilempar ke dalam sumur yang ada di padang gurun. - maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. Ketika orang Ismael dari Gilead datang dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, Yehuda menyarankan untuk menjual Yusuf maksudnya untuk mendapatkan untung.
Kemudian Ia dijual dengan harga dua puluh syikal perak. Mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya. Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: "Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam.". Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: "Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!" Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.
-------------------------------
Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.
Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri.
Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia. Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorangpun tidak ada di rumah. Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.
Ketika dilihat perempuan itu, bahwa Yusuf meninggalkan bajunya dalam tangannya dan telah lari ke luar, dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: "Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras. Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar." Juga ditaruhnya baju Yusuf itu di sisinya, sampai tuan rumah pulang. Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
Saat dipenjara Yusuf bertemu dengan juru minuman dan juru roti raja. Pada suatu kali bermimpilah juru minuman dan juru roti raja. Mimpi itu diceritakannya kepada Yusuf dan Yusuf dapat mengartikan mimpi tersebut. Setelah mengartikan mimpi juru minuman Yusuf berpesan kepadanya untuk menceritakan hal ihwalnya kepada Firaun dan menolongnya keluar dari rumah penjara. Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.
Setelah lewat dua tahun lamanya, bermimpilah Firaun dan mimpi itu tidak Ia mengerti. Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya. Kemudian juru minuman mengingat akan Yusuf dan menyesal karena telah melupakannya, lalu Firaun memanggil Yusuf untuk mengartikan mimpinya. Setelah mimpi itu diartikan oleh Yusuf, Yusuf juga memberikan usul untuk masalah besar yang akan dihadapi Mesir, tidak hanyak Mesir bahkan seluruh Bumi.
Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya. Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?" Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."
Sebelum datang tahun kelaparan itu, lahirlah bagi Yusuf dua orang anak laki-laki, yang dilahirkan oleh Asnat, anak Potifera, imam di On. Yusuf memberi nama Manasye kepada anak sulungnya itu, sebab katanya: "Allah telah membuat aku lupa sama sekali kepada kesukaranku dan kepada rumah bapaku." Dan kepada anaknya yang kedua diberinya nama Efraim, sebab katanya: "Allah membuat aku mendapat anak dalam negeri kesengsaraanku."
Komentar
Posting Komentar