Langsung ke konten utama

Seorang Pemuda

Dahulu kala disebuah kerajaan, tinggal lah seorang pemuda yang sangat pintar, apapun yang ia dengar ia ingat, apapun yang ia lihat ia hafal, apapun yang ia baca ia mengerti dan apapun yang ia pelajari ia pahami. Tak seorang pun di kerajaan tersebut yang dapat menandingin kepintarannya. Di umur yang masih muda ia telah membaca banyak sekali buku dari berbagai macam ilmu, buku-buku itu disusun menjadi sebuah perpustakaan besar dirumahnya. Para penduduk kerajaan tersebut sering menanyakan hal-hal yang sulit dan tidak mereka mengerti kepadanya pun juga orang-orang kerajaan, mereka suka bertanya tentang masalah-masalah hukum, kejadian alam, sakit-penyakit dll.

Karena jawaban yang ia berikan membantu kerajaan tersebut, nama pemuda itu pun termasyur sampai keluar kerajaan. Banyak orang-orang di luar kerajaan yang berdatangan untuk menanyakan masalahnya atau sekedar bertemu dan berbicara kepadanya, dan mereka pun takjub dengan apa yang ia ketahui.

Karena selalu dipuji, timbul lah perasaan sombong didalam dirinya dan perasaan ini tidak dapat ia redam. Perasaan ini membuat ia tidak dapat menerima pendapat lain selain pendapatnya.

Suatu ketika saat ia bangun dipagi hari, seperti kebiasaannya ia akan pergi ke alun-alun kota untuk bertemu dengan orang banyak dan berbicara kepada mereka. Pagi itu seorang kakek bertanya kepadanya, setelah mendengar apa yang ditanyakan sang kakek pemuda tersebut lalu berpikir. Pada pagi itu ia menjadi bingung karena ia tidak dapat memberi jawab atas pertanyaan sang kakek, ia merasa bahwasannya pikirannya kosong, ia berpikir semakin keras... tapi tetap ia tidak menemukan apapun, semua yang ia ketahui seperti hilang dibawa angin. Kemudian seorang ibu bertanya tentang hal yang lain, tetapi tetap pemuda itu tidak dapat menjawabnya kembali. Ia merasa bahwa jawaban untuk pertanyaan itu mudah, tapi karena ia tidak menemukan apa-apa dalam pikirannya ia menjadi semakin bingung.

Kemudian karena bingung dengan semua yang terjadi, pemuda tersebut pulang  kerumahnya. Ia terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi sampai ia jatuh sakit. Dalam sakitnya ia baru sadar, bahwa ada yang lebih berkuasa darinya, ada yang lebih pintar darinya, dan ia bukan lah apa-apa, apa yang ia banggakan bisa hilang dalam sekejap pun dirinya juga.

Akhirnya nama pun tak dikenang orang lagi dan ia sembuh dari sakitnya. Setelah ia sembuh ia mulai belajar kembali tidak sama dengan sebelumnya, ia kini belajar dengan rendah hati. Ia pergi kegunung, ia pergi ke laut dan terus melakukan perjalanan untuk memahami hidupnya dan memahami alam.

Setelah menyelesaikan perjalannya ia pun berkata "Aku tidak tahu apa-apa".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keteguhan Hati

Photo by eberhard 🖐 grossgasteiger on Unsplash Dua orang kakek yang sudah lama tidak bertemu membuat janji bertemu di depan sekolah tempat di mana mereka pernah menuntut ilmu. Kira-kira sudah 30 tahun mereka tidak pernah bertemu, dahulu mereka adalah teman yang sangat akrab. Pada pertemuan itu mereka saling memuji tentang apa yang mereka telah capai, tetapi kemudian mereka berdua terdiam lalu menangis. Kakek yang seorang pengusaha berkata kepada sahabat-nya : "Pada akhirnya diusia yang sudah tua ini dan dengan harta yang sangat banyak ini, aku masih iri denganmu yang terus setia melayani Tuhan, yang memikirkan keadaan melampaui  yang sementara ini.". Lalu kakek yang lain pun menjawab : "Aku pun iri dengan mu, yang tidak perlu bersusah payah untuk memikirkan makan apa keluarga ku esok hari." Pada akhirnya apapun yang kita lakukan akan dipertanyakan, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Lalu bagaimana agar apa yan...

Hari pertama di AVC Depok

 Yup, AVC Depok !!! Tadi dijalan waktu pulang dari kantor kepikiran untuk mengabadikan hari pertama di AVC Depok,  mengapa diabadikan ? karena mungkin moment-moment disana mau gw ingat lagi soalnya menurut gw ikut dalam AVC Depok adalah sebuah perjuangan. Buat yang belum tahu AVC Depok itu apa, AVC Depok adalah singkatan dari Autodidact Violin Community, komunitas Biola yang berada di Depok tepatnya Perpustakan UI. Untuk informasi AVC Depok disearch di google aja ya banyak kok infonya.. atau kunjungin aja webnya disini http://depok.avc.web.id/ Oke balik lagi, sebenarnya sebelum ikut AVC Depok gw pernah private gitu di Taman Suropati nga lama sih... kira-kira 1 bulan lebih, setelah itu vakum gitu nga kesana-sana lagi... biola jarang dimainin dan kalo dimainin juga cuma tangga nada aja sama lagu-lagu suzuki book 1, selama berbulan-bulan tuh begitu terus kira-kira 1 tahun deh.. (itu mah bukan berbulan-bulan jun hahaha, *biar berasa sebentar). Nah dimasa kegelapan itu se...

Nuja

Tak ada hati yang lebih besar dari hati orang-orang yang walaupun tidak salah tetapi meminta maaf, yang walaupun dihina tetapi terus menolong, yang walaupun disakiti tetapi terus mengasihi. Tak ada jiwa yang lebih kuat dari jiwa orang-orang yang walaupun susah tetapi pantang menyerah, yang walaupun lemah tetapi tak pernah pasrah, yang walaupun jatuh tetapi tak pernah mengeluh. Kepadanya pertolongan Allah akan turun seperti hujan yang pernah menenggelamkan bumi. Sehingga gempar seluruh ciptaanNya.