Dahulu kala disebuah kerajaan, tinggal lah seorang pemuda yang sangat pintar, apapun yang ia dengar ia ingat, apapun yang ia lihat ia hafal, apapun yang ia baca ia mengerti dan apapun yang ia pelajari ia pahami. Tak seorang pun di kerajaan tersebut yang dapat menandingin kepintarannya. Di umur yang masih muda ia telah membaca banyak sekali buku dari berbagai macam ilmu, buku-buku itu disusun menjadi sebuah perpustakaan besar dirumahnya. Para penduduk kerajaan tersebut sering menanyakan hal-hal yang sulit dan tidak mereka mengerti kepadanya pun juga orang-orang kerajaan, mereka suka bertanya tentang masalah-masalah hukum, kejadian alam, sakit-penyakit dll.
Karena jawaban yang ia berikan membantu kerajaan tersebut, nama pemuda itu pun termasyur sampai keluar kerajaan. Banyak orang-orang di luar kerajaan yang berdatangan untuk menanyakan masalahnya atau sekedar bertemu dan berbicara kepadanya, dan mereka pun takjub dengan apa yang ia ketahui.
Karena selalu dipuji, timbul lah perasaan sombong didalam dirinya dan perasaan ini tidak dapat ia redam. Perasaan ini membuat ia tidak dapat menerima pendapat lain selain pendapatnya.
Suatu ketika saat ia bangun dipagi hari, seperti kebiasaannya ia akan pergi ke alun-alun kota untuk bertemu dengan orang banyak dan berbicara kepada mereka. Pagi itu seorang kakek bertanya kepadanya, setelah mendengar apa yang ditanyakan sang kakek pemuda tersebut lalu berpikir. Pada pagi itu ia menjadi bingung karena ia tidak dapat memberi jawab atas pertanyaan sang kakek, ia merasa bahwasannya pikirannya kosong, ia berpikir semakin keras... tapi tetap ia tidak menemukan apapun, semua yang ia ketahui seperti hilang dibawa angin. Kemudian seorang ibu bertanya tentang hal yang lain, tetapi tetap pemuda itu tidak dapat menjawabnya kembali. Ia merasa bahwa jawaban untuk pertanyaan itu mudah, tapi karena ia tidak menemukan apa-apa dalam pikirannya ia menjadi semakin bingung.
Kemudian karena bingung dengan semua yang terjadi, pemuda tersebut pulang kerumahnya. Ia terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi sampai ia jatuh sakit. Dalam sakitnya ia baru sadar, bahwa ada yang lebih berkuasa darinya, ada yang lebih pintar darinya, dan ia bukan lah apa-apa, apa yang ia banggakan bisa hilang dalam sekejap pun dirinya juga.
Akhirnya nama pun tak dikenang orang lagi dan ia sembuh dari sakitnya. Setelah ia sembuh ia mulai belajar kembali tidak sama dengan sebelumnya, ia kini belajar dengan rendah hati. Ia pergi kegunung, ia pergi ke laut dan terus melakukan perjalanan untuk memahami hidupnya dan memahami alam.
Setelah menyelesaikan perjalannya ia pun berkata "Aku tidak tahu apa-apa".
Karena jawaban yang ia berikan membantu kerajaan tersebut, nama pemuda itu pun termasyur sampai keluar kerajaan. Banyak orang-orang di luar kerajaan yang berdatangan untuk menanyakan masalahnya atau sekedar bertemu dan berbicara kepadanya, dan mereka pun takjub dengan apa yang ia ketahui.
Karena selalu dipuji, timbul lah perasaan sombong didalam dirinya dan perasaan ini tidak dapat ia redam. Perasaan ini membuat ia tidak dapat menerima pendapat lain selain pendapatnya.
Suatu ketika saat ia bangun dipagi hari, seperti kebiasaannya ia akan pergi ke alun-alun kota untuk bertemu dengan orang banyak dan berbicara kepada mereka. Pagi itu seorang kakek bertanya kepadanya, setelah mendengar apa yang ditanyakan sang kakek pemuda tersebut lalu berpikir. Pada pagi itu ia menjadi bingung karena ia tidak dapat memberi jawab atas pertanyaan sang kakek, ia merasa bahwasannya pikirannya kosong, ia berpikir semakin keras... tapi tetap ia tidak menemukan apapun, semua yang ia ketahui seperti hilang dibawa angin. Kemudian seorang ibu bertanya tentang hal yang lain, tetapi tetap pemuda itu tidak dapat menjawabnya kembali. Ia merasa bahwa jawaban untuk pertanyaan itu mudah, tapi karena ia tidak menemukan apa-apa dalam pikirannya ia menjadi semakin bingung.
Kemudian karena bingung dengan semua yang terjadi, pemuda tersebut pulang kerumahnya. Ia terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi sampai ia jatuh sakit. Dalam sakitnya ia baru sadar, bahwa ada yang lebih berkuasa darinya, ada yang lebih pintar darinya, dan ia bukan lah apa-apa, apa yang ia banggakan bisa hilang dalam sekejap pun dirinya juga.
Akhirnya nama pun tak dikenang orang lagi dan ia sembuh dari sakitnya. Setelah ia sembuh ia mulai belajar kembali tidak sama dengan sebelumnya, ia kini belajar dengan rendah hati. Ia pergi kegunung, ia pergi ke laut dan terus melakukan perjalanan untuk memahami hidupnya dan memahami alam.
Setelah menyelesaikan perjalannya ia pun berkata "Aku tidak tahu apa-apa".
Komentar
Posting Komentar