Bulan Desember adalah bulan yang penuh kemeriaan, sukacita, kegembiraan, dan kehangatan keluarga serta sahabat. Anak-anak menanti-nantikan hadiah, para orang tua mengadakan makan bersama dan para kakek-nenek merindukan cucu-cucunya.
Bulan Desember benar-benar adalah bulan yang dinanti-nantikan banyak orang, tidak hanya karena pada bulan ini sebentar lagi kita akan menyambut Tahun Baru, atau karena pada bulan ini THR (Tunjangan Hari Raya) dan Bonus dibagikan, tapi karena kita akan merayakan kelahiran Sang Juru Selamat, ya TUHAN Yesus.
Pernah seorang teman bertanya kepada saya mengenai hal ini, Ia bertanya makna kelahiran TUHAN Yesus bagi saya. Tidak dapat langsung saya jawab, saya bingung harus menjawab apa, yang terlintas dalam pikiran saya adalah cerita saya dengan Tuhan, bagaimana saya menjelaskannya dengan singkat ??.
"Saya tidak seperti ini", ya saya tidak seperti ini... mungkin kalimat itulah yang dapat mempersingkat apa yang terlintas dalam pikiran saya.
Natal 2012, saya bersyukur masih dipercaya Tuhan menjadi pelayan di Natal gereja, ^^v. Di tahun ini sesungguhnya saya merindukan Natal yang syahdu, dimana saya datang kesebuah tempat tidak sebagai pelayan tetapi hanya orang asing yang ingin menjumpai Raja diatas segala Raja, saya tidak perlu di gedung megah, gereja besar, atau sang pengkhotbah adalah Pendeta besar. Ini salah saya, saya yang tidak berusaha, saya yang terlalu sibuk dengan diri sendiri... beruntung saya punya Tuhan yang maha tahu, maha melihat, walau Natal tidak seperti ekspektasi saya tetapi saya dapat pesan Natal untuk tahun ini, pesan untuk saya di hari depan.
Wahyu 2:5
"Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat."
Terima kasih Tuhan, seperti Jemaat Efesus aku tekun pelayanan tapi aku telah meninggalkan kasih ku yang mula-mula....
Firman Tuhan ya dan amien, Tuhan tidak pernah hanya berkata "Bertobatlah !!" tapi Tuhan selalu memberikan jalan "Lakukanlah apa yang semula engkau lakukan". Terpujilah Tuhan selama-lamanya sampai selama-lamanya, Amien.
Bulan Desember benar-benar adalah bulan yang dinanti-nantikan banyak orang, tidak hanya karena pada bulan ini sebentar lagi kita akan menyambut Tahun Baru, atau karena pada bulan ini THR (Tunjangan Hari Raya) dan Bonus dibagikan, tapi karena kita akan merayakan kelahiran Sang Juru Selamat, ya TUHAN Yesus.
Pernah seorang teman bertanya kepada saya mengenai hal ini, Ia bertanya makna kelahiran TUHAN Yesus bagi saya. Tidak dapat langsung saya jawab, saya bingung harus menjawab apa, yang terlintas dalam pikiran saya adalah cerita saya dengan Tuhan, bagaimana saya menjelaskannya dengan singkat ??.
"Saya tidak seperti ini", ya saya tidak seperti ini... mungkin kalimat itulah yang dapat mempersingkat apa yang terlintas dalam pikiran saya.
Natal 2012, saya bersyukur masih dipercaya Tuhan menjadi pelayan di Natal gereja, ^^v. Di tahun ini sesungguhnya saya merindukan Natal yang syahdu, dimana saya datang kesebuah tempat tidak sebagai pelayan tetapi hanya orang asing yang ingin menjumpai Raja diatas segala Raja, saya tidak perlu di gedung megah, gereja besar, atau sang pengkhotbah adalah Pendeta besar. Ini salah saya, saya yang tidak berusaha, saya yang terlalu sibuk dengan diri sendiri... beruntung saya punya Tuhan yang maha tahu, maha melihat, walau Natal tidak seperti ekspektasi saya tetapi saya dapat pesan Natal untuk tahun ini, pesan untuk saya di hari depan.
Wahyu 2:5
"Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat."
Terima kasih Tuhan, seperti Jemaat Efesus aku tekun pelayanan tapi aku telah meninggalkan kasih ku yang mula-mula....
Firman Tuhan ya dan amien, Tuhan tidak pernah hanya berkata "Bertobatlah !!" tapi Tuhan selalu memberikan jalan "Lakukanlah apa yang semula engkau lakukan". Terpujilah Tuhan selama-lamanya sampai selama-lamanya, Amien.
Komentar
Posting Komentar