Jumat kemarin saat doa malam, salah seorang sahabat gereja membawakan renungan tentang Yairus. Sebuah renungan yang indah tentang hidup seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus.
Kebiasaan didoa malam adalah sebelum doa akan ada renungan yang dibagikan dan share.
Berikut share dari saya tentang Yairus.
Markus 5:21-22.
"Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada ditepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
Seorang ayah yang anaknya sedang sakit hampir mati mencari Tuhan Yesus agar kiranya Tuhan mau meletakkan tangan-Nya kepada anak itu dan anak itu akan sembuh. Saya pikir bila anak itu hampir mati, maka ayah tersebut pasti buru-buru dan berlari mencari Tuhan.
Setelah ia bertemu dengan Tuhan dan mengutarakan isi hatinya, Tuhan mau pergi bersamanya untuk menuju anak tersebut. Tetapi setelah sampai pada ayat 25 pokok pembahasan bukanlah mengenai anak tersebut melainkan mengenai seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
Bila kita membaca Markus 5:25-34 kita tidak menemukan bahwa Yairus menyanggah Yesus untuk mengingatkan bahwa anaknya hampir mati. Kita mungkin lupa bahwa ada seorang Yairus yang sedang menunggu Yesus untuk pergi bersama-sama kerumahnya. Bila kita mengalami hal seperti yang dialami oleh Yairus tentu jantung kita sudah berdebar-debar, tidak sabaran dan bisa kesal tetapi kita tidak menemukan bahwa Yairus muncul dalam ayat 25-34. Apalagi pada ayat ke 35 kita tahu bahwa salah seorang keluarga dari Yairus mengabarkan bahwa : "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" Bagaimana perasaan seorang Yairus?, bila nyawa seseorang hilang karena dokter yang lama menangani pasien apakah keluarga pasien tidak marah?.
Yairus adalah contoh seorang manusia yang walaupun dalam kegundahan dan kesukaran hidup tapi tetap tidak bereaksi buruk terhadap apa yang ia percayai.
Mengenai kebaikan :
Perbuatan baik dan jahat ada resikonya.
Keduanya dapat membuat kecewa.
Bila berbuat baik kita dapat kecewa kepada yang lain.
Bila berbuat jahat kita dapat kecewa kepada diri sendiri.
Kekecewaan terhadap orang lain memberikan pengertian.
Kekecewaan terhadap diri sendiri memberikan duka lara.
Kebiasaan didoa malam adalah sebelum doa akan ada renungan yang dibagikan dan share.
Berikut share dari saya tentang Yairus.
Markus 5:21-22.
"Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada ditepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
Seorang ayah yang anaknya sedang sakit hampir mati mencari Tuhan Yesus agar kiranya Tuhan mau meletakkan tangan-Nya kepada anak itu dan anak itu akan sembuh. Saya pikir bila anak itu hampir mati, maka ayah tersebut pasti buru-buru dan berlari mencari Tuhan.
Setelah ia bertemu dengan Tuhan dan mengutarakan isi hatinya, Tuhan mau pergi bersamanya untuk menuju anak tersebut. Tetapi setelah sampai pada ayat 25 pokok pembahasan bukanlah mengenai anak tersebut melainkan mengenai seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
Bila kita membaca Markus 5:25-34 kita tidak menemukan bahwa Yairus menyanggah Yesus untuk mengingatkan bahwa anaknya hampir mati. Kita mungkin lupa bahwa ada seorang Yairus yang sedang menunggu Yesus untuk pergi bersama-sama kerumahnya. Bila kita mengalami hal seperti yang dialami oleh Yairus tentu jantung kita sudah berdebar-debar, tidak sabaran dan bisa kesal tetapi kita tidak menemukan bahwa Yairus muncul dalam ayat 25-34. Apalagi pada ayat ke 35 kita tahu bahwa salah seorang keluarga dari Yairus mengabarkan bahwa : "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" Bagaimana perasaan seorang Yairus?, bila nyawa seseorang hilang karena dokter yang lama menangani pasien apakah keluarga pasien tidak marah?.
Yairus adalah contoh seorang manusia yang walaupun dalam kegundahan dan kesukaran hidup tapi tetap tidak bereaksi buruk terhadap apa yang ia percayai.
Mengenai kebaikan :
Perbuatan baik dan jahat ada resikonya.
Keduanya dapat membuat kecewa.
Bila berbuat baik kita dapat kecewa kepada yang lain.
Bila berbuat jahat kita dapat kecewa kepada diri sendiri.
Kekecewaan terhadap orang lain memberikan pengertian.
Kekecewaan terhadap diri sendiri memberikan duka lara.
Komentar
Posting Komentar