Langsung ke konten utama

Kompas

Dulu pernah saya berpikir akan kemanakah saya bila saya hilang ingatan ? apakah saya akan pulang ke rumah, ke rumah ibadah, ke rumah teman, ke warnet, ke kampus, ke taman, atau saya akan luntang-lantung di jalan karena tidak ada tujuan.
Sebenarnya apa sih yang paling diingat oleh pikiran saya ? apakah saya mengingat orang tua, Tuhan, teman, guru atau saya tidak ingat apa-apa dan akan merasa seperti apa saya saat itu ?.

Saya menuliskan hal ini karena kemarin saya mendengarkan khotbah minggu ko Yosua yang membahas tentang "Tujuan". Pokok khotbah tersebut adalah 4 "as" : jelas, kualitas, komunitas dan keatas.

Dari khotbah tersebut saya merenungkan bahwa tidak hanya orang yang lupa ingatan yang dapat tersesat tetapi juga orang yang sadar, orang yang sadar tetapi tidak ada tujuan atau orang yang mempunyai tujuan tetapi tidak tahu cara sampai tujuan.

Jelas, ko Yosua menganalogikannya dengan koper. Koper memiliki banyak ukuran, untuk menggunakan koper yang tepat kita harus tahu terlebih dahulu dimana tujuan kita sehingga koper yang digunakan adalah koper yang tepat dan tidak membebani kita.

Kualitas, ko Yosua menganalogikannya dengan cerita pertarungan antara Daud dan Goliat, Daud tidak menggunakan ketopong dan alat perang lain yang diberikan oleh Raja Saul, tetapi Daud menggunakan apa yang ada padanya, barang yang berkualitas adalah barang yang ada pada kita dan dapat kita gunakan.

Komunitas, ko Yosua memberikan sebuah kutipan "Show me your friends are and i will tell you who you are."

Keatas, terakhir ko Yosua membahas mengenai keatas, keatas mempunyai makna yang dalam sekali. Dalam surat yang dituliskan rasul Paulus kepada jemaat di Kolose (Kol 3:1-3), rasul Paulus menghimbau agar setiap orang yang telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mencari dan memikirkan perkara yang di atas di mana Kristus ada bukan di bumi.

Perenungan mengenai tujuan juga saya dapatkan dari menonton "Pirates of the Caribbean : Dead Men  Tell No Tales". Di film tersebut dibahas mengenai bebasnya Salazar kapiten yang pernah dikalahkan Jack Sparrow dengan bantuan "kompas rusak" tetapi karena "kompas rusak" itu juga Salazar bebas.

Kompas tersebut berbeda dengan kompas lainnya yang digunakan bajak laut untuk menunjukkan arah. Jarum kompas pada umumnya akan menunjuk ke arah utara namun kompas Jack tidak menunjuk ke arah utara tetapi menunjuk ke arah dari apa yang menjadi tujuan sang pemilik. Jack pernah berkata : "Untuk apa membutuhkan kompas yang menunjuk ke utara jika memang tidak berencana pergi ke utara."

Kita harus memiliki kompas yang "berbeda", kompas yang tidak menunjuk ke arah biasanya, tetapi kompas yang menunjuk ke perkara di atas, dimana tujuan sesungguhnya kita. Jangan mengkhianati kompas tersebut karena akan membawa bencana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari pertama di AVC Depok

 Yup, AVC Depok !!! Tadi dijalan waktu pulang dari kantor kepikiran untuk mengabadikan hari pertama di AVC Depok,  mengapa diabadikan ? karena mungkin moment-moment disana mau gw ingat lagi soalnya menurut gw ikut dalam AVC Depok adalah sebuah perjuangan. Buat yang belum tahu AVC Depok itu apa, AVC Depok adalah singkatan dari Autodidact Violin Community, komunitas Biola yang berada di Depok tepatnya Perpustakan UI. Untuk informasi AVC Depok disearch di google aja ya banyak kok infonya.. atau kunjungin aja webnya disini http://depok.avc.web.id/ Oke balik lagi, sebenarnya sebelum ikut AVC Depok gw pernah private gitu di Taman Suropati nga lama sih... kira-kira 1 bulan lebih, setelah itu vakum gitu nga kesana-sana lagi... biola jarang dimainin dan kalo dimainin juga cuma tangga nada aja sama lagu-lagu suzuki book 1, selama berbulan-bulan tuh begitu terus kira-kira 1 tahun deh.. (itu mah bukan berbulan-bulan jun hahaha, *biar berasa sebentar). Nah dimasa kegelapan itu se...

Keteguhan Hati

Photo by eberhard 🖐 grossgasteiger on Unsplash Dua orang kakek yang sudah lama tidak bertemu membuat janji bertemu di depan sekolah tempat di mana mereka pernah menuntut ilmu. Kira-kira sudah 30 tahun mereka tidak pernah bertemu, dahulu mereka adalah teman yang sangat akrab. Pada pertemuan itu mereka saling memuji tentang apa yang mereka telah capai, tetapi kemudian mereka berdua terdiam lalu menangis. Kakek yang seorang pengusaha berkata kepada sahabat-nya : "Pada akhirnya diusia yang sudah tua ini dan dengan harta yang sangat banyak ini, aku masih iri denganmu yang terus setia melayani Tuhan, yang memikirkan keadaan melampaui  yang sementara ini.". Lalu kakek yang lain pun menjawab : "Aku pun iri dengan mu, yang tidak perlu bersusah payah untuk memikirkan makan apa keluarga ku esok hari." Pada akhirnya apapun yang kita lakukan akan dipertanyakan, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Lalu bagaimana agar apa yan...

Nuja

Tak ada hati yang lebih besar dari hati orang-orang yang walaupun tidak salah tetapi meminta maaf, yang walaupun dihina tetapi terus menolong, yang walaupun disakiti tetapi terus mengasihi. Tak ada jiwa yang lebih kuat dari jiwa orang-orang yang walaupun susah tetapi pantang menyerah, yang walaupun lemah tetapi tak pernah pasrah, yang walaupun jatuh tetapi tak pernah mengeluh. Kepadanya pertolongan Allah akan turun seperti hujan yang pernah menenggelamkan bumi. Sehingga gempar seluruh ciptaanNya.