Langsung ke konten utama

Paskah di Emaus

Yang ingin ku ceritakan ialah cerita yang takkan ku lupakan, hari yang merubah seluruh hidup ku.

Waktu itu musim semi, semak-semak mulai tampak setelah sekian lama tertutup salju. Gunung Hebron begitu indah dengan salju yang mulai mencair membasahi gunung-gunung Sion. Salju yang disinari sinar Matahari terlihat lebih putih dari baju baru yang aku gunakan.

Tapi kejadian dimusim itu tak seindah apa yang telah ku ceritakan kepadamu tadi.
Baru saja musim semi tiba bukan berita baik yang diterima, tetapi berita tentang Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam  kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.

Mengapa aku membicarakan-Nya? itu karena Ia begitu berbeda. Aku mengenal-Nya dari perkataan-perkataan orang-orang di rumah ibadah, bukan-bukan aku belum mengenal-Nya saat itu, aku hanya tahu sedikit tentang Dia. Pertama kali aku berjumpa dengan-Nya ialah saat aku berada di kota Nain, waktu itu di gerbang kota melintas usungan orang mati yang disertai banyak orang, disisi berlawanan aku melihat kumpulan orang yang tak kalah banyaknya.. bahkan lebih banyak dari orang-orang yang menyertai usungan itu. Saat usungan dan orang-orang yang menyertainnya berpapasan dengan orang banyak dari sisi berlawanan, seseorang dari orang banyak tersebut berhenti, berhenti tepat didepan seorang Ibu dan berbicara kepadanya, aku pikir itu Ibu dari anak yang mati itu. Aku mendengar Dia berkata kepada Ibu itu : "Jangan menangis!". Kemudian Ia menghampiri usungan itu dan menyentuhnya serta berkata : "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!", suara itu begitu jelas ditelinga ku dan aku yakin juga kepada semua yang ada disana. Setelah itu mengagetkan sekali, anak muda itu bangkit dari usungan!, dia benar-benar bangkit seperti yang Ia katakan !.Bulu kuduk ku berdiri dan aku merasakan dingin disekujur tubuhku lalu orang-orang banyak dan orang-orang yang mengusung anak itu berseru-seru: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan ada juga yang berseru : "Allah telah melawat umat-Nya.". Itulah kali pertama aku berjumpa dengan-Nya.

Sejak itu aku mulai mengikuti-Nya dan menunggu waktu dimana Dia membebaskan bangsa Israel.

Hari itu ialah hari pertama setelah sabat, hari itu aku bersama temanku yang bernama Kleopas pergi menuju Emaus. Di perjalanan menuju Emaus, kami bertemu dengan Seorang asing. Ia menanyakan apa yang kami bicarakan selama perjalanan, karena aku tidak terbiasa menjawab pertanyaan orang asing, maka Kleopas yang menjawab pertanyaan. Kleopas memberitahu Dia bahwa kami membicarakan Yesus yang disalibkan.

Kleopas juga bercerita : "Telah lewat tiga hari sejak semuanya itu terjadi, Pagi itu beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."

Belum selesai Kleopas bercerita Ia lalu menyela dengan berkata : "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?". Mendengar itu aku menjadi berpikir didalam hati, sepertinya yang aku ketahui tidak seperti itu...yang aku tahu bahwa bangsa kami lah yang akan menderita dan kemudian Mesias akan datang dengan penuh kemuliaan-Nya menyelamatkan kami, ya.. membebaskan kami. Saya dan Kleopas pun banyak bertanya pada-Nya dan Ia dengan hangat menjelaskan kepada kami Mesias yang tertulis didalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Akhirnya kami pun tiba di kota Emaus, hari sudah mulai gelap, karena melihat Orang itu hendak meneruskan perjalanan, Kleopas mendesaknya untuk tinggal bersama-sama dengan kami akhirnya karena desakan Kleopas Orang itu pun mau untuk tinggal bersama dengan kami.

Didalam rumah, karena memang sudah waktunya untuk makan aku mengajaknya untuk duduk dan makan roti bersama, pada saat makan Ia mengambil roti dan mengucap berkat lalu memecahkannya dan memberikannya kepada kami, hal yang rasanya tidak asing aku lihat... tetapi sulit sekali aku mengingatnya.
Aku terus memandang-Nya, ketika terus memandang-Nya aku baru sadar Dia lah Yesus... Anak Allah... Mesias yang kami bicarakan sepanjang jalan... TUHAN. Belum habis keterkejutan kami... Ia lenyap dari hadapan kami. Kleopas terlihat tercengang... aku pun sama, saat itu teringat semua yang dikatakan oleh perempuan-perempuan tadi pagi. Dia telah bangkit... Dia telah bangkit... Dia benar-benar telah bangkit !!!.

Tanpa berpikir panjang kemudian aku dan Kleopas langsung pergi ke Yerusalem untuk bertemu dengan yang lain dan menceritakan apa yang telah kami alami dengan Dia.

Setelah itu seluruh hidupku terus memikirkan-Nya, memikirkan bagaimana aku pertama kali bertemu dengan-Nya, apa yang Ia ajarkan, bagaimana Ia mengasihani sepuluh orang kusta... Saat Ia meminta makanan setelah Ia bangkit... ya aku masih ingat, waktu itu kami memberikan-Nya sepotong ikan goreng dan Ia memakannya.

Sebelum Ia terangkat ke sorga, Ia memberkati kami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keteguhan Hati

Photo by eberhard 🖐 grossgasteiger on Unsplash Dua orang kakek yang sudah lama tidak bertemu membuat janji bertemu di depan sekolah tempat di mana mereka pernah menuntut ilmu. Kira-kira sudah 30 tahun mereka tidak pernah bertemu, dahulu mereka adalah teman yang sangat akrab. Pada pertemuan itu mereka saling memuji tentang apa yang mereka telah capai, tetapi kemudian mereka berdua terdiam lalu menangis. Kakek yang seorang pengusaha berkata kepada sahabat-nya : "Pada akhirnya diusia yang sudah tua ini dan dengan harta yang sangat banyak ini, aku masih iri denganmu yang terus setia melayani Tuhan, yang memikirkan keadaan melampaui  yang sementara ini.". Lalu kakek yang lain pun menjawab : "Aku pun iri dengan mu, yang tidak perlu bersusah payah untuk memikirkan makan apa keluarga ku esok hari." Pada akhirnya apapun yang kita lakukan akan dipertanyakan, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Lalu bagaimana agar apa yan...

Hari pertama di AVC Depok

 Yup, AVC Depok !!! Tadi dijalan waktu pulang dari kantor kepikiran untuk mengabadikan hari pertama di AVC Depok,  mengapa diabadikan ? karena mungkin moment-moment disana mau gw ingat lagi soalnya menurut gw ikut dalam AVC Depok adalah sebuah perjuangan. Buat yang belum tahu AVC Depok itu apa, AVC Depok adalah singkatan dari Autodidact Violin Community, komunitas Biola yang berada di Depok tepatnya Perpustakan UI. Untuk informasi AVC Depok disearch di google aja ya banyak kok infonya.. atau kunjungin aja webnya disini http://depok.avc.web.id/ Oke balik lagi, sebenarnya sebelum ikut AVC Depok gw pernah private gitu di Taman Suropati nga lama sih... kira-kira 1 bulan lebih, setelah itu vakum gitu nga kesana-sana lagi... biola jarang dimainin dan kalo dimainin juga cuma tangga nada aja sama lagu-lagu suzuki book 1, selama berbulan-bulan tuh begitu terus kira-kira 1 tahun deh.. (itu mah bukan berbulan-bulan jun hahaha, *biar berasa sebentar). Nah dimasa kegelapan itu se...

Nuja

Tak ada hati yang lebih besar dari hati orang-orang yang walaupun tidak salah tetapi meminta maaf, yang walaupun dihina tetapi terus menolong, yang walaupun disakiti tetapi terus mengasihi. Tak ada jiwa yang lebih kuat dari jiwa orang-orang yang walaupun susah tetapi pantang menyerah, yang walaupun lemah tetapi tak pernah pasrah, yang walaupun jatuh tetapi tak pernah mengeluh. Kepadanya pertolongan Allah akan turun seperti hujan yang pernah menenggelamkan bumi. Sehingga gempar seluruh ciptaanNya.