Setelah TUHAN Allah mengambil manusia dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu, TUHAN Allah memberikan perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Setelah itu TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
Lalu terjadilah ular (yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah) berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu perempuan itu pun menjawab: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Kemudian kita tahu bahwa akhirnya perempuan dan suaminya itu memakan buah yang dilarang TUHAN Allah untuk dimakan.
Ular tidak dapat mengintimidasi Adam dan Hawa untuk memakan buah yang dilarang TUHAN Allah itu, dia juga tidak memiliki kuasa apa pun untuk memaksa Adam dan Hawa agar tidak mematuhi Allah. Yang ia bisa lakukan adalah membuat Hawa memikirkan apa yang ada didalam pikirannya (peperangan akal).
Metode penyerangan yang dipakai adalah menantang firman Allah "Tentulah Allah berfirman..., bukan?"
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Yang mejadi masalah dengan apa yang Hawa katakan
adalah bahwa Allah sama sekali tidak pernah melarang mereka untuk meraba buah itu; Allah berkata jangan makan buah itu. Hawa menambahi apa yang Allah katakan, dan dia berpikir kalau dia meraba buah itu maka dia akan mati. Saat dia terpikat oleh keinginan mata dan dagingnya, lalu meraba buah itu dan ternyata tidak terjadi apa-apa, mungkin dia berpikir kalau dia makan buah itu maka tidak akan terjadi apa pun juga. Waktu dia meraba buah itu dan ternyata dia tidak mati, Hawa sadar bahwa pemikiran-pemikiran yang dia tambahkan kepada perkataan Allah ternyata tidak benar, dan itu membuat dia mempertanyakan kebenaran dari apa yang dia percayai selama ini mengenai seluruh perintah Allah.
Hal yang sama juga terjadi sekarang ini. Pemikiran manusia telah ditambahkan pada firman Allah, sehingga bisa saja pemikiran orang kristen tidak hanya berisi tentang firman Allah tetapi juga filsafat dunia. Untuk itu marilah merenungkan firman Allah seperti yang dilakukan jemaat di Berea.
"Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian." Kisah Para Rasul 17:11
Setelah itu TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
Lalu terjadilah ular (yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah) berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu perempuan itu pun menjawab: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Kemudian kita tahu bahwa akhirnya perempuan dan suaminya itu memakan buah yang dilarang TUHAN Allah untuk dimakan.
Ular tidak dapat mengintimidasi Adam dan Hawa untuk memakan buah yang dilarang TUHAN Allah itu, dia juga tidak memiliki kuasa apa pun untuk memaksa Adam dan Hawa agar tidak mematuhi Allah. Yang ia bisa lakukan adalah membuat Hawa memikirkan apa yang ada didalam pikirannya (peperangan akal).
Metode penyerangan yang dipakai adalah menantang firman Allah "Tentulah Allah berfirman..., bukan?"
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
Yang mejadi masalah dengan apa yang Hawa katakan
adalah bahwa Allah sama sekali tidak pernah melarang mereka untuk meraba buah itu; Allah berkata jangan makan buah itu. Hawa menambahi apa yang Allah katakan, dan dia berpikir kalau dia meraba buah itu maka dia akan mati. Saat dia terpikat oleh keinginan mata dan dagingnya, lalu meraba buah itu dan ternyata tidak terjadi apa-apa, mungkin dia berpikir kalau dia makan buah itu maka tidak akan terjadi apa pun juga. Waktu dia meraba buah itu dan ternyata dia tidak mati, Hawa sadar bahwa pemikiran-pemikiran yang dia tambahkan kepada perkataan Allah ternyata tidak benar, dan itu membuat dia mempertanyakan kebenaran dari apa yang dia percayai selama ini mengenai seluruh perintah Allah.
Hal yang sama juga terjadi sekarang ini. Pemikiran manusia telah ditambahkan pada firman Allah, sehingga bisa saja pemikiran orang kristen tidak hanya berisi tentang firman Allah tetapi juga filsafat dunia. Untuk itu marilah merenungkan firman Allah seperti yang dilakukan jemaat di Berea.
"Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian." Kisah Para Rasul 17:11
Komentar
Posting Komentar