Senin yang lalu, 5 Januari 2015 ada sebuah kejadian yang ingin saya ingat untuk waktu yang lama. Oleh sebab itu kejadian itu saya tulis disini.
Pagi itu seperti biasanya saya pergi ke kantor untuk bekerja, saya pergi jam 7 lewat waktu jam kakak saya (jam kakak saya dicepetin 20menitan). Hari itu pagi datang bersama dengan hujan jadi saya telah memakai jas hujan sejak dari daerah Kelapa Gading. Perjalanan berjalan seperti biasanya, mengikuti peraturan lalu lintas, sedikit bernyanyi dan sedikit memikirkan hal-hal yang pernah didengar. Hari itu menjadi berbeda ketika saya belok kanan didepan Stasiun Gambir (depan gedung pramuka), *kreeek kreeek kreeeek krererererek "Yahhhhhh !! rantai lepas..." menepi dipinggir monas trus buka jas hujan..cari handphone trus Whatsapp temen kantor "...titip pesen, rantai saya lepas", setelah itu tetap tenang dan santai berpikir bengkel paling dekat.. yang kepikiran paling deket di abdul muis... trus langsung dorong... nga beberapa jauh, paling baru dorong 10 meter seseorang yang lagi parkir menawarkan obeng untuk buka ban biar rantainya bisa dipasang kembali... saya bilang nga bisa karena rantai depannya juga turun.. jadi nga bisa kalau cuma pasang yang dibelakang, orang itu trus jongkok dan berusaha melihat rantai depannya dengan mencongkel-congkel body motor dengan obengnya... akhirnya dia sependapat.. trus dia tawarin untuk dibantu dorong, dia tanya "mau didorong kemana?", saya jawab "abdul muis (sambil tunjuk arahnya disebelah kiri monas)..." orang itu bilang "yahh nga sejalan saya mau ke roxy, tapi ya udah deh gpp yuk..". Nah orang itu dorongin motor saya ditengah macetnya jalan abdul muis karena sedang ada perbaikan sungai loh.. nga hanya itu sambil hujan-hujan.. akhirnya sampai juga dideket bengkel Yamaha, trus saya bilang terima kasih.. trus belum sempet ngapa-ngapain orang itu udah muterin motor dan langsung lawan arah (disana nga ada pembatan jalan jadi kalau mau muter langsung bisa). Setelah urus motor di bengkel saya ke kantor naik angkot, beruntungnya ternyata saya nga telat juga hehehe, yang saya titip pesen malah datang setelah saya. hehehehe. Trus saya cerita sama dia, dia bilang ke saya "Tuh Tuhan membalas kebaikan mu".
Waktu teman tanya inget nga sama orangnya, saya sudah lupa orangnya. Dengan lupanya saya dengan orang itu, saya akan mengingat semua orang.
"... Tuhan membalas kebaikan mu ".
Waktu saya pikirkan perkataan itu, saya berpikir bahwa Allah bukan membalas kebaikan saya, tetapi Allah memang adalah Allah yang baik.
Pagi itu seperti biasanya saya pergi ke kantor untuk bekerja, saya pergi jam 7 lewat waktu jam kakak saya (jam kakak saya dicepetin 20menitan). Hari itu pagi datang bersama dengan hujan jadi saya telah memakai jas hujan sejak dari daerah Kelapa Gading. Perjalanan berjalan seperti biasanya, mengikuti peraturan lalu lintas, sedikit bernyanyi dan sedikit memikirkan hal-hal yang pernah didengar. Hari itu menjadi berbeda ketika saya belok kanan didepan Stasiun Gambir (depan gedung pramuka), *kreeek kreeek kreeeek krererererek "Yahhhhhh !! rantai lepas..." menepi dipinggir monas trus buka jas hujan..cari handphone trus Whatsapp temen kantor "...titip pesen, rantai saya lepas", setelah itu tetap tenang dan santai berpikir bengkel paling dekat.. yang kepikiran paling deket di abdul muis... trus langsung dorong... nga beberapa jauh, paling baru dorong 10 meter seseorang yang lagi parkir menawarkan obeng untuk buka ban biar rantainya bisa dipasang kembali... saya bilang nga bisa karena rantai depannya juga turun.. jadi nga bisa kalau cuma pasang yang dibelakang, orang itu trus jongkok dan berusaha melihat rantai depannya dengan mencongkel-congkel body motor dengan obengnya... akhirnya dia sependapat.. trus dia tawarin untuk dibantu dorong, dia tanya "mau didorong kemana?", saya jawab "abdul muis (sambil tunjuk arahnya disebelah kiri monas)..." orang itu bilang "yahh nga sejalan saya mau ke roxy, tapi ya udah deh gpp yuk..". Nah orang itu dorongin motor saya ditengah macetnya jalan abdul muis karena sedang ada perbaikan sungai loh.. nga hanya itu sambil hujan-hujan.. akhirnya sampai juga dideket bengkel Yamaha, trus saya bilang terima kasih.. trus belum sempet ngapa-ngapain orang itu udah muterin motor dan langsung lawan arah (disana nga ada pembatan jalan jadi kalau mau muter langsung bisa). Setelah urus motor di bengkel saya ke kantor naik angkot, beruntungnya ternyata saya nga telat juga hehehe, yang saya titip pesen malah datang setelah saya. hehehehe. Trus saya cerita sama dia, dia bilang ke saya "Tuh Tuhan membalas kebaikan mu".
Waktu teman tanya inget nga sama orangnya, saya sudah lupa orangnya. Dengan lupanya saya dengan orang itu, saya akan mengingat semua orang.
"... Tuhan membalas kebaikan mu ".
Waktu saya pikirkan perkataan itu, saya berpikir bahwa Allah bukan membalas kebaikan saya, tetapi Allah memang adalah Allah yang baik.
Komentar
Posting Komentar