Demikianlah tulisan yang saya baca pada sebuah kalender di meja kerja teman.
Kata-kata ini disertai dengan gambar seorang wanita yang merentangkan tangan seraya menarik anak panah dari busurnya dengan otot-otot yang terlatih pada kedua belah tangannya.
Bila ketakutan adalah tipuan, maka setiap orang yang merasa takut adalah orang-orang yang telah tertipu.
Menurut saya ketakutan adalah kesan yang timbul dari pikiran atau gagasan akan keadaan/hal yang diterima melalui indra ataupun ide, kesan ini muncul setelah seseorang itu pernah mengalaminya atau menyimpannya dalam ingatan, kesan ini membuat seseorang tidak tenang.
Menariknya kesan ini lebih mendalam daripada gagasan atau pikiran yang menyebabkannya, contoh : bila seseorang itu waktu kecil pernah mendengar cerita tentang kengerian malam dari teman, maka saat malam tiba dan ia sendirian maka kesan akan cerita yang dulu pernah ia dengar akan muncul bahkan lebih kreatif dari yang pernah ia dengar (tentunya karena imajinasinya sendiri). Hal yang menurut orang lain simple dan biasa menjadi mendalam pada dirinya.
Lalu mengapa disebut tipuan ? bukankah kesan itu begitu nyata dan dapat dirasakan ? juga tidak hanya saya yang mengalami hal yang serupa ?
Ketakutan ialah tanggapan terhadap ketidaktahuan akan yang sebenarnya. Kisah mengenai ke-12 pengintai yang diutus Musa adalah salah-satu contohnya.
(17)Maka Musa menyuruh mereka untuk mengintai tanah kanaan, katanya kepada mereka : "Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan, (18) dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak; (19) dan bagaimana negeri yang didiaminya, apakah baik atau buruk, bagaimana kota-kota yang didiaminya, apakah mereka diam di tempat-tempat yang terbuka atau di tempat-tempat yang berkubu, (20) dan bagaimana tanah itu, apakah gemuk atau kurus, apakah ada di sana pohon-pohonan atau tidak. Tabahkanlah hatimu dan bawalah sedikit dari hasil negeri itu." Waktu itu ialah musim hulu hasil anggur.
TUHAN berfirman kepada Musa untuk menyuruh beberapa orang mengintai tanah Kanaan, orang-orang tersebut adalah pemimpin-pemimpin dari tiap-tiap suku Israel.
Kemudian sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh di padang gurun Paran. Mereka menceritakan bagaimana keadaan tanah Kanaan.
"..., dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat disana."
Sejauh ini apa yang dikatakan oleh kesepuluh pengintai memang benar, kenyataannya tempat itu memang seperti itu, dan tentunya apa yang difirmankan TUHAN saat mengutus Musa terbukti "Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus." Kel 3:8
Mendengar cerita dari kesepuluh pengintai bahwa bangsa yang diam di negeri tersebut kuat-kuat, kota-kotanya berkubu dan terdapat keturuan Enak disana maka hilanglah ketentraman hati bangsa Isreal.
Apalagi pengintai tersebut menambahkan kabar busuk dengan mengatakan "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.".
Bangsa Israel menyadari bahwa untuk menduduki negeri itu mereka harus mengalahkan bangsa-bangsa tersebut, karena ketakutan itu maka segenap umat mengeluarkan suara nyaring dan menangis pada malam itu.
Hal ini terjadi karena bangsa tersebut tidak tahu akan kejadian sebenarnya, hal ini terjadi karena bangsa itu lupa atau tidak tahu akan apa yang difirmankan TUHAN. Pada awal perikop mengenai "Kedua belas pengintai" (Bilangan 13) TUHAN berfirman kepada Musa : "Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel;...".
Bangsa-bangsa yang mendiami kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu ? YA !!
Disana terdapat keturuan Enak, raksasa ? YA !!
Tapi apa yang difirmankan TUHAN ?
"Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel;...".
Tanah itu akan diberikan TUHAN !!
Ketakutan adalah tipuan, jika engkau tahu apa yang sebenarnya, maka tak akan pernah engkau takut.
Orang yang setiap detik hidupnya duduk dibawah kaki TUHAN dan baik-baik mendengarkan TUHAN tak akan pernah takut.
Kata-kata ini disertai dengan gambar seorang wanita yang merentangkan tangan seraya menarik anak panah dari busurnya dengan otot-otot yang terlatih pada kedua belah tangannya.
Bila ketakutan adalah tipuan, maka setiap orang yang merasa takut adalah orang-orang yang telah tertipu.
Menurut saya ketakutan adalah kesan yang timbul dari pikiran atau gagasan akan keadaan/hal yang diterima melalui indra ataupun ide, kesan ini muncul setelah seseorang itu pernah mengalaminya atau menyimpannya dalam ingatan, kesan ini membuat seseorang tidak tenang.
Menariknya kesan ini lebih mendalam daripada gagasan atau pikiran yang menyebabkannya, contoh : bila seseorang itu waktu kecil pernah mendengar cerita tentang kengerian malam dari teman, maka saat malam tiba dan ia sendirian maka kesan akan cerita yang dulu pernah ia dengar akan muncul bahkan lebih kreatif dari yang pernah ia dengar (tentunya karena imajinasinya sendiri). Hal yang menurut orang lain simple dan biasa menjadi mendalam pada dirinya.
Lalu mengapa disebut tipuan ? bukankah kesan itu begitu nyata dan dapat dirasakan ? juga tidak hanya saya yang mengalami hal yang serupa ?
Ketakutan ialah tanggapan terhadap ketidaktahuan akan yang sebenarnya. Kisah mengenai ke-12 pengintai yang diutus Musa adalah salah-satu contohnya.
(17)Maka Musa menyuruh mereka untuk mengintai tanah kanaan, katanya kepada mereka : "Pergilah dari sini ke Tanah Negeb dan naiklah ke pegunungan, (18) dan amat-amatilah bagaimana keadaan negeri itu, apakah bangsa yang mendiaminya kuat atau lemah, apakah mereka sedikit atau banyak; (19) dan bagaimana negeri yang didiaminya, apakah baik atau buruk, bagaimana kota-kota yang didiaminya, apakah mereka diam di tempat-tempat yang terbuka atau di tempat-tempat yang berkubu, (20) dan bagaimana tanah itu, apakah gemuk atau kurus, apakah ada di sana pohon-pohonan atau tidak. Tabahkanlah hatimu dan bawalah sedikit dari hasil negeri itu." Waktu itu ialah musim hulu hasil anggur.
TUHAN berfirman kepada Musa untuk menyuruh beberapa orang mengintai tanah Kanaan, orang-orang tersebut adalah pemimpin-pemimpin dari tiap-tiap suku Israel.
Kemudian sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh di padang gurun Paran. Mereka menceritakan bagaimana keadaan tanah Kanaan.
"..., dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat disana."
Sejauh ini apa yang dikatakan oleh kesepuluh pengintai memang benar, kenyataannya tempat itu memang seperti itu, dan tentunya apa yang difirmankan TUHAN saat mengutus Musa terbukti "Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus." Kel 3:8
Mendengar cerita dari kesepuluh pengintai bahwa bangsa yang diam di negeri tersebut kuat-kuat, kota-kotanya berkubu dan terdapat keturuan Enak disana maka hilanglah ketentraman hati bangsa Isreal.
Apalagi pengintai tersebut menambahkan kabar busuk dengan mengatakan "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.".
Bangsa Israel menyadari bahwa untuk menduduki negeri itu mereka harus mengalahkan bangsa-bangsa tersebut, karena ketakutan itu maka segenap umat mengeluarkan suara nyaring dan menangis pada malam itu.
Hal ini terjadi karena bangsa tersebut tidak tahu akan kejadian sebenarnya, hal ini terjadi karena bangsa itu lupa atau tidak tahu akan apa yang difirmankan TUHAN. Pada awal perikop mengenai "Kedua belas pengintai" (Bilangan 13) TUHAN berfirman kepada Musa : "Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel;...".
Bangsa-bangsa yang mendiami kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu ? YA !!
Disana terdapat keturuan Enak, raksasa ? YA !!
Tapi apa yang difirmankan TUHAN ?
"Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel;...".
Tanah itu akan diberikan TUHAN !!
Ketakutan adalah tipuan, jika engkau tahu apa yang sebenarnya, maka tak akan pernah engkau takut.
Orang yang setiap detik hidupnya duduk dibawah kaki TUHAN dan baik-baik mendengarkan TUHAN tak akan pernah takut.
Komentar
Posting Komentar