Langsung ke konten utama

Hati Yang Rindu

Beberapa minggu lalu, mama saya pulang ke Bangka untuk mengurus pembuatan kubur papa. Ada momen menarik sebelum mama pergi pulang ke Bangka, yaitu pada waktu ia pamit dengan cucunya Rachel. Waktu itu karena mama akan pulang Bangka pada hari sabtu maka hari sebelumnya saya jemput mama dari rumah cece agar bisa mempersiapkan barang-barang yang perlu dibawa ke Bangka. Waktu mama saya bilang ke cucunya kalau ia mau pulang kerumah (Bekasi) karena ingin ke Bangka, sang cucu mulai terlihat murung, wajahnya muram dan terlihat dia tidak suka dengan apa yang ia dengar. Pada waktunya pulang saya melihat keponakan saya itu baring-baring dilantai, cembetut dan hal-hal lain menyatakan kalau dia nga suka. Waktu mama keluar dari pintu rumah pun dia tidak mengantarkan sampai pintu berbeda dengan adiknya.

Dari hal ini saya melihat bahwa setiap orang baik yang sudah dewasa atau bahkan masih kecil punya seseorang yang sangat dicintai dan disayanginnya. Mungkin dia adalah orang tua mu, kakak mu, adik mu, pasangan mu, pacar mu, atau teman mu.

Engkau punya hasrat itu, engkau punya ikatan itu. Ikatan itu biasanya terjadi karena orang itu sangat mengasihimu.

Kita sangat berarti bagi Bapa, ikatan oleh darah Kristus yang telah menebus kita telah memampukan kita untuk dapat bersekutu dengan Allah Bapa. 

Kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, kita tahu bahwa Allah mengasihi kita. Hati ini rindu dengan Sang Pencipta, tapi dunia dan segalah isinya mengaburkan kita, memburamkan mata sampai yang buram terlihat nyata dan yang nyata menjadi buram karena langkah.

Tuhan Yesus semasa di bumi memberikan tauladan bagaimana seorang anak selalu bersekutu dengan Bapa.

"Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa disana." - Markus 1:35

Dalam hidupnya Tuhan Yesus  mencontohkan bahwa seorang manusia bila memiliki kesungguhan untuk bersekutu dengan Allah Bapa, ia dapat melakukannya meskipun memiliki kegiatan sepenuh apapun.

Kamu adalah pengendali atas segala kegiatanmu, bukan kegiatan yang menjadi pengendali mu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari pertama di AVC Depok

 Yup, AVC Depok !!! Tadi dijalan waktu pulang dari kantor kepikiran untuk mengabadikan hari pertama di AVC Depok,  mengapa diabadikan ? karena mungkin moment-moment disana mau gw ingat lagi soalnya menurut gw ikut dalam AVC Depok adalah sebuah perjuangan. Buat yang belum tahu AVC Depok itu apa, AVC Depok adalah singkatan dari Autodidact Violin Community, komunitas Biola yang berada di Depok tepatnya Perpustakan UI. Untuk informasi AVC Depok disearch di google aja ya banyak kok infonya.. atau kunjungin aja webnya disini http://depok.avc.web.id/ Oke balik lagi, sebenarnya sebelum ikut AVC Depok gw pernah private gitu di Taman Suropati nga lama sih... kira-kira 1 bulan lebih, setelah itu vakum gitu nga kesana-sana lagi... biola jarang dimainin dan kalo dimainin juga cuma tangga nada aja sama lagu-lagu suzuki book 1, selama berbulan-bulan tuh begitu terus kira-kira 1 tahun deh.. (itu mah bukan berbulan-bulan jun hahaha, *biar berasa sebentar). Nah dimasa kegelapan itu se...

Keteguhan Hati

Photo by eberhard 🖐 grossgasteiger on Unsplash Dua orang kakek yang sudah lama tidak bertemu membuat janji bertemu di depan sekolah tempat di mana mereka pernah menuntut ilmu. Kira-kira sudah 30 tahun mereka tidak pernah bertemu, dahulu mereka adalah teman yang sangat akrab. Pada pertemuan itu mereka saling memuji tentang apa yang mereka telah capai, tetapi kemudian mereka berdua terdiam lalu menangis. Kakek yang seorang pengusaha berkata kepada sahabat-nya : "Pada akhirnya diusia yang sudah tua ini dan dengan harta yang sangat banyak ini, aku masih iri denganmu yang terus setia melayani Tuhan, yang memikirkan keadaan melampaui  yang sementara ini.". Lalu kakek yang lain pun menjawab : "Aku pun iri dengan mu, yang tidak perlu bersusah payah untuk memikirkan makan apa keluarga ku esok hari." Pada akhirnya apapun yang kita lakukan akan dipertanyakan, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Lalu bagaimana agar apa yan...

Nuja

Tak ada hati yang lebih besar dari hati orang-orang yang walaupun tidak salah tetapi meminta maaf, yang walaupun dihina tetapi terus menolong, yang walaupun disakiti tetapi terus mengasihi. Tak ada jiwa yang lebih kuat dari jiwa orang-orang yang walaupun susah tetapi pantang menyerah, yang walaupun lemah tetapi tak pernah pasrah, yang walaupun jatuh tetapi tak pernah mengeluh. Kepadanya pertolongan Allah akan turun seperti hujan yang pernah menenggelamkan bumi. Sehingga gempar seluruh ciptaanNya.