Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Dewa juga sulit menemukan seorang manusia berakhlak mulia

Ada sebuah cerita mengenai Lu Dongbin menjadi dewa, dan hendak mewariskan kekuatan gaibnya kepada seorang murid yang tidak mempunyai sifat serakah. Untuk menemukan murid yang sesuai dengan kriterianya, Lu Dongbin memikirkan sebuah rencana dan merubah dirinya menjadi seorang tua yang menjual kue bola manis. Ia memasang satu tulisan di kiosnya: "Satu koin - satu kue bola, dua koin - makan sepuasnya". Banyak orang datang makan kue bolanya hari itu, tetapi tidak ada yang membayar satu koin untuk satu kue bola, semua memilih dua koin agar dapat makan sepuasnya. Hari semakin larut, tiba-tiba datang Seorang anak muda dan membayar satu koin, memakan satu kue bola manis, lalu segera meninggalkan tempat. Lu Dongbin merasa senang dengan pembeli tersebut, lalu ia berusah mengejarnya dan bertanya pada orang itu, "Mengapa Anda tidak membayar dua koin dan bisa makan sepuasnya?" Anak muda itu menjawab dengan menyesal, "Saya hanya mempunyai sisa satu ko...

Surat Zhuge Liang

Zhuge Liang (181–234 AD) adalah seorang negarawan terkenal dan ahli strategi pada zaman Tiga Kerajaan. Kedudukan tertingginya adalah perdana menteri. Dia menulis "Surat kepada Putra" yang ditujukan kepada putranya,  Zhuge Qiao. Berikut isi surat yang ditulis oleh Zhuge Liang kepada putranya: "Surat untuk Putra" dari Zhuge Liang  Perilaku orang-orang yang memiliki kemampuan dan penuh dengan integritas tergantung pada perasaan paling dalam mereka, termasuk mempunyai ketenangan jiwa serta kemampuan memusatkan dan menyeimbangkan energi seseorang. Seseorang perlu mengultivasi jiwa dan raga, yang memerlukan seseorang agar memerhatikan prilakunya serta rajin. Jika seseorang tidak memandang nama dan keuntungan duniawi secara ringan, dia tidak akan dapat mengetahui dengan jelas tujuannya. Jika pikiran seseorang tidak tenang, dia tidak dapat menyadari standar yang luas. Apa yang dipelajari seseorang harus diserap sepenuhnya, dan untuk mengembangkan ba...

Orang Samaria yang murah hati

Kisah ini diawali dengan perjumpaan ahli Taurat dengan Tuhan Yesus dimana ahli Taurat ini bermaksud untuk mencobai Tuhan Yesus. Ahli Taurat mencobai Tuhan Yesus dengan pertanyaan : "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?". Jawab Tuhan Yesus : "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?". Mendengar jawab Tuhan Yesus sang ahli Taurat langsung menjawab dengan jawaban : "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.". Jawaban Tuhan Yesus terhadap ahli Taurat tersebut seperti menanyakan "keahli Tauratannya", apa yang ia  sudah baca, apa yang telah ia mengerti tentang Taurat dan apa yang telah ia pahami tentang hukum Taurat. Kemudian Tuhan Yesus tidak hanya mengiyakan jawaban ahli Taurat tersebut melainkan menambahkan dengan berkata "...perbuatlah demik...