Langsung ke konten utama

Nuh

"Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN." Kej 6:8

Pada malam hari ini saya mau bercerita tentang Nuh.
Cerita ini saya tulis karena sebelumnya saya mendengar renungan Firman Tuhan yang dibawakan sahabat di Gereja yang membahas tentang Nuh, pada perenungannya sahabat saya membahas bagaimana konsisten dan komitnya Nuh untuk menjalankan perintah Tuhan.

Berbicara tentang komitmen dan konsisten, kita pasti pernah berkomitmen akan sesuatu dan ingin melakukan sesuatu dengan kosisten, tetapi apa mau dikata terkadang kita lupa akan komitmen dan lalai akan konsistensi kita. Sekali kita lupa dan lalai maka kita dapat terlena didalamnya dengan tanpa merasa terbeban.

Dari arti katanya, komitmen dapat diartikan sebagai tanggung jawab, janji atau keikatan sedangkan konsisten adalah tetap, yang tidak berubah-ubah, terus-menerus. Dari arti tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa apa yang di komitmen kan menjadi hutang atau melekat terus kepada sang pembuat komitmen sampai komitmen itu telah dilakukan dan janji untuk konsisten bearti akan tetap terus-menerus melakukan sesuatu tanpa berubah-ubah.

Jelaslah bahwa seharusnya bila kita berkomitmen dan berjanji untuk konsisten terhadap sesuatu dan kita lalai dalam pelaksanaannya kita harus merasa terbeban. Perasaan ini harus muncul agar kita membulatkan apa yang telah kita katakan.

Nuh adalah contoh seseorang yang mengerti benar apa itu komitmen dan konsistensi. Bila Ia bukan orang yang seperti itu sudah tentu perintah Tuhan Ia jalankan setengah-setengah bahkan mungkin tidak terselesaikan.

Dengan mengerti dengan benar apa komitmen dan konsisten, maka seseorang akan menjaga perkataannya dan dapat diandalkan.

Dalam menjalankan perintah TUHAN untuk membuat bahtera, Nuh bukan tidak memiliki halangan. Dalam Kejadian 6:5-6 Firman Tuhan katakan "Ketika dilihat  TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.". Nuh adalah manusia yang kecenderungan hatinya membuahkan kejahatan, tapi dalam Kejadian 6:9  Firman Tuhan katakan "Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.". Meskipun kecenderungan hati manusia adalah kejahatan tetapi Nuh ternyata memilih untuk hidup tidak bercela dihadapan Tuhan dan selain Nuh menjaga hidupnya dikatakan pula Nuh hidup bergaul dengan Allah, Nuh mencari Allah dan dekat dengan Allah.

Komitmen Nuh terbukti dengan berhasilnya Ia menyelesaikan pembuatan Bahtera, dan konsistensi Nuh terhadap TUHAN terbukti dengan kesetiaan Nuh untuk tetap dan tidak berubah-ubah dalam mepercayai TUHAN, hal ini terbukti pada Kejadian 7:10 "Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.". Setelah Nuh menuruti segala perintah TUHAN untuk mengambil binatang-binatang agar terpelihara hidup keturunannya maka Nuh, isterinya, anak-anaknya dan isteri anak-anaknya masuk kedalam bahtera, disaat itu bukti bahwa akan terjadi air bah tidak ada bahkan Nuh menunggu selama 7 hari lamanya barulah air bah datang meliputi bumi dan Nuh tetap terus mempercayai TUHAN bahkan mungkin bila air bah terjadi lebih dari 7 hari setelah mereka masuk ke bahtera.

Nuh adalah orang biasa, biasa memiliki komitmen dan konsistensi dalam hidupnya kepada TUHAN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keteguhan Hati

Photo by eberhard 🖐 grossgasteiger on Unsplash Dua orang kakek yang sudah lama tidak bertemu membuat janji bertemu di depan sekolah tempat di mana mereka pernah menuntut ilmu. Kira-kira sudah 30 tahun mereka tidak pernah bertemu, dahulu mereka adalah teman yang sangat akrab. Pada pertemuan itu mereka saling memuji tentang apa yang mereka telah capai, tetapi kemudian mereka berdua terdiam lalu menangis. Kakek yang seorang pengusaha berkata kepada sahabat-nya : "Pada akhirnya diusia yang sudah tua ini dan dengan harta yang sangat banyak ini, aku masih iri denganmu yang terus setia melayani Tuhan, yang memikirkan keadaan melampaui  yang sementara ini.". Lalu kakek yang lain pun menjawab : "Aku pun iri dengan mu, yang tidak perlu bersusah payah untuk memikirkan makan apa keluarga ku esok hari." Pada akhirnya apapun yang kita lakukan akan dipertanyakan, baik oleh diri kita sendiri maupun orang lain, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Lalu bagaimana agar apa yan...

Hari pertama di AVC Depok

 Yup, AVC Depok !!! Tadi dijalan waktu pulang dari kantor kepikiran untuk mengabadikan hari pertama di AVC Depok,  mengapa diabadikan ? karena mungkin moment-moment disana mau gw ingat lagi soalnya menurut gw ikut dalam AVC Depok adalah sebuah perjuangan. Buat yang belum tahu AVC Depok itu apa, AVC Depok adalah singkatan dari Autodidact Violin Community, komunitas Biola yang berada di Depok tepatnya Perpustakan UI. Untuk informasi AVC Depok disearch di google aja ya banyak kok infonya.. atau kunjungin aja webnya disini http://depok.avc.web.id/ Oke balik lagi, sebenarnya sebelum ikut AVC Depok gw pernah private gitu di Taman Suropati nga lama sih... kira-kira 1 bulan lebih, setelah itu vakum gitu nga kesana-sana lagi... biola jarang dimainin dan kalo dimainin juga cuma tangga nada aja sama lagu-lagu suzuki book 1, selama berbulan-bulan tuh begitu terus kira-kira 1 tahun deh.. (itu mah bukan berbulan-bulan jun hahaha, *biar berasa sebentar). Nah dimasa kegelapan itu se...

Nuja

Tak ada hati yang lebih besar dari hati orang-orang yang walaupun tidak salah tetapi meminta maaf, yang walaupun dihina tetapi terus menolong, yang walaupun disakiti tetapi terus mengasihi. Tak ada jiwa yang lebih kuat dari jiwa orang-orang yang walaupun susah tetapi pantang menyerah, yang walaupun lemah tetapi tak pernah pasrah, yang walaupun jatuh tetapi tak pernah mengeluh. Kepadanya pertolongan Allah akan turun seperti hujan yang pernah menenggelamkan bumi. Sehingga gempar seluruh ciptaanNya.