Keberhasilan menaklukan kota besar Yerikho tidak menjamin keberhasilan menaklukkan kota kecil berikutnya yang bernama Ai. Seperti pernikahan harus dipertahankan dan diusahakan; dan seperti keselamatan harus dikerjakan, bidang usaha/bisnis harus diusahakan – demikian juga dengan keberhasilan. Tidak ada jaminan atau1 kali berhasil tetap berhasil jika tidak evaluasi diri dan berjaga-jaga sambil melihat keadaan. Aplikasinya terlalu luas jika harus membahas satu persatu seperti pernikahan, dagang, pekerjaan, keselamatan. Tapi saya akannarrow it down dalam hal rohani khususnya yang kita lihat dari contoh kasus kemenangan Yosua dan bangsa Israel dalam berperang melawan kota-kota.
Mereka pergi melawan orang Yerikho dengan suatu strategi yang dibisikkan Tuhan kepada kapten mereka, Yosua. Kemenangan besar terjadi, bangsa-bangsa gentar, dan dada mereka melembung lebih maju. Kemudian majulah mereka untuk berperang kecil-kecilan melawan kota kecil yang namanya juga sangat kecil. Tetapi, alamakmereka tidak menyadari bahwa keberhasilan harus dimaintained. Harus ada evaluasi dalam setiap stagekehidupan. Dalam hal ini, dosa seorang Akhan menjerat seluruh bangsa. Ada peraturan yang dilanggar, dan dosa itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Tidak ada seorang pun yang tahu, tapi ada mata yang selalu melihat; dan Dia tidak dapat dikelabuhi oleh bagusnya performance kemarin, atau betapa baiknya persiapan pekerjaan dan administrasi, or betapa lihainya menangani setiap kasus yang mencuat, atau lancarnya bahasa roh dan doa syafaat, or pandainya berdiri di hadapan audience tingkat mega, apalagi lewat penuhnya pengalaman dan titel kesarjanaan. Tapi jika dalam perjalanan tidak waspada dan mawas diri, maka dosa tersembunyi bisa menghancurkan keluarga dan semua yang sudah dibangun bertahun-tahun dengan doa dan cucuran keringat.
Saya tahu betul cara Tuhan memberi peringatan kepada anak-anak-Nya jika mereka berjalan di luar arena-Nya. Tuhan bisa saja datang lewat warning-warning dari anak kita, dari teman kita, dari bacaan ayat-ayat kita, dari celotehan karyawan, lewat mimpi. Atau reaksi-reaksi dari diri kita sendiri seperti: berdebar-debar, merasa bersalah, tidak nyaman, sembunyi-sembunyi. Tapi jika hal-hal ini ditabrak, Anda akan menghadapi Tuhan dengan cara yang menyakitkan.
Siapa bilang dosa bisa disembunyikan? Hanya orang bodohlah yang berpikir bahwa ia bisa lepas dari sengat dosa! Dimana ada bangkai, di situ lalat berkerumun. Dosa yang Anda lakukan tidak hanya akan ber-efek kepada diri Anda sendiri. Akhan, mencuri dari his own selfishness, tapi keluarganya menanggung akibat dosanya; bangsanya mengalami kekalahan perang, mereka dipermalukan, Tuhan dipermalukan. Siapa berpikir bahwa dosanya hanya mempengaruhi dirinya sendiri, ia membodohi dirinya, ia juga adalah orang yang egois.
Kecerobohan seorang yang memalsukan sesuatu yang akhirnya ditangkap dan dikenakan hukuman penjara, memalukan keluarganya, selain dirinya. Kegagalan mengekang nafsu dan bermain api jika tertangkap dan kesalahannya disebarluaskan akan membuat ia dan seluruh keluarga kedua orang yang bersangkutan malu. Kebohongan yang terungkap akan membuat orang tersebut turun nilainya di hadapan orang lain, hilang kredibilitasnya, tidak dipercaya, dan kehilangan kesempatan-kesempatan berharga yang seharusnya harus dipenuhi dalam hidupnya. Jika orang-orang tersebut terus melakukan dosanya dan merasa aman karena belum pernah tertangkap – ia hanyalah berpikir bahwa dosanya dapat disembunyikan.
Akhan dipermalukan di hadapan seluruh bangsa; ia dihujani batu oleh massa, ia dan keluarga serta sanak keturunannya malu untuk menanggung nama keluarga Akhan, orang yang disebut mencelakakan bangsa Israel.
Ananias dan Safira berpikir bisa mengelabuhi seorang utusan Tuhan – mereka tidak mendapatkan kesempatan kedua dan rebah di kaki Rasul Petrus. Korah, Datan dan Abiram berpikir bisa menyembunyikan keangkuhan mereka – bumi mengangakan perutnya dan menelan orang-orang tinggi hati itu di hadapan hamba Tuhan nabi Musa dan seluruh bangsa. Kita melihat banyak contoh-contoh yang terjadi di sekitar kita, mereka-mereka yang berpikir bisa menyembunyikan dosa mereka, tetapi ternyata para petinggi negara, para hamba Tuhan besar, para orang kaya, adalah orang-orang yang bodoh yang berpikir bisa mengelabuhi dunia. Gambar mereka dipampang sebagai tanda kepermaluan di mata dunia. Kisah mereka dibesar-besarkan dan diimbuhi dengan komentar-komentar menyakitkan. Hidup mereka ternoda karena perbuatan mereka yang mereka berpikir bisa disembunyikan. Setelah mereka jatuh, apa yang sisa dari mereka di hadapan khalayak selain noda yang melekat sepanjang sejarah?
Marilah kita cepat tanggap terhadap seruan Tuhan dalam hati nurani kita. Marilah kita hidup murni di hadapan Tuhan. Mari amalkan hidup takut akan Tuhan. Cukupkan diri kita dengan apa yang ada: uang, pangkat, pasangan. Bukan berarti tidak ada usaha untuk memperbaiki hidup/panggilan, tetapi jalan yang ditempuh hendaklah kudus dan benar. Jangan bengkok kanan atau kiri, berlakulah jujur di hadapan Tuhan. Ia akan mengangkatmu, Ia akan memberkatimu, Ia akan memberimu sejahtera dan umur panjang.
Mungkin saya telah menuliskannya beberapa kali, tapi saya tahu hari ini Saudara sedang memerlukan nasihat ini lagi – jangan keraskan hatimu, Tuhan masih sayang engkau. Sekiranya masih ada kesempatan untuk bertobat, bertobatlah. Bertobat bukan hanya minta ampun, tapi harus metanoia – berubah arah, kembali ke titik nol. Bukan berada di posisi yang sama, bukan melakukan hal yang sama lagi, bukan tinggal d tempat yang sama, bukan melakukan pekerjaan yang sama, bukan terus bekerja dengan ilegal, bukan terus hidup dengan orang yang bukan pasanganmu, bukan terus menerus memakai uang orang lain, barang pinjaman atau curian, mobil orang lain. Bisa saja Saudara melakukan hal-hal itu dan masih saja datang di gereja; masih berdoa, masih tertawa. Bisa saja Saudara melakukan semuanya dan menganggap “masih diberkati” – tapi berkat tidaklah turun ke atas orang yang keluar dari covering kebenaran Firman.
Bisa saja Simson kawin dengan wanita kafir dan Roh Tuhan berkuasa atasnya saat singa hendak menerkamnya; bisa saja ia tetap melacur dan tali-tali yang mengikatnya putus seperti jerami kering; bisa saja ia tidur di pangkuan Delila dan masih bisa meloloskan diri. Tapi ada saatnya dimana ia kehilangan rambutnya, kehilangan matanya, kehilangan urapannya, kehilangan Roh Tuhan dalam dirinya, dan kehilangan tujuan hidupnya.
Kita tidak pernah tahu berapa kali Tuhan memberikan kesempatan kepada kita jika sampai saat ini kita masih bisa menyembunyikan dosa; dan jika Ia masih bersabar, bukan berarti hal ini merupakan kasih karunia atau perkenanan atas dosa-dosa kita. Ia adalah Tuhan, dan Ia tidak membiarkan Diri-Nya dipermainkan. Apa yang ditabur orang, itu yang akan dituainya. Itu sebabnya, jika hari ini Saudara berbalik dari dosa-dosamu, Tuhan akan mengampunimu. Bertobatlah, pergi dan jangan berbuat dosa lagi.
Amsal 3:21: Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,
Amsal 3:22: maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.
Amsal 3:23: Maka engkau akan berjalan di jalanmu dengan aman, dan kakimu tidak akan terantuk.
Amsal 3:24: Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak.
Amsal 3:25: Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba, atau kepada kebinasaan orang fasik, bila itu datang.
Amsal 3:26: Karena Tuhanlah yang akan menjadi sandaranmu, dan akan menghindarkan kakimu dari jerat.
Amsal 3:27: Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
Narasumber : http://www.maqdalene.net
Komentar
Posting Komentar