Ada pertemuan ada perpisahan, begitulah bunyi pepatah lama yang sering kita dengar saat dua orang teman akan terpisah oleh jarak, saat dua orang sahabat berpisahan karena waktu. Kini cerita itu datang dari sahabatku, sahabat kuliahku... seorang wanita, wanita yang kuat.. yang disebut oleh teman-teman seperti pria, orang yang pantang menyerah, ulet dan tak pernah ingin dikasihani.
Kejadian ini baru aku ketahui tadi saat aku dan teman-teman mengerjakan skripsi, kisah ini tak dapat aku ceritakan dengan jelas.. tapi aku harap cerita ini dapat terus mengingatkan kita betapapun kuatnya seseorang, betapapun banyaknya hubungan cinta yang kandas karena kata "setia" yang memudar, masih terdapat kasih yang tulus dari hati.
Sahabatku memiliki seorang kekasih, mereka pasangan yang sangat harmonis.. jujur dan apa adanya. Hubungan mereka tidak begitu aku ketahui, karena temanku tak pernah cerita dan aku tak pernah menanyakannya, sampai suatu saat yaitu saat ini dimana mereka telah berpisah. Berpisah bukan karena kata "setia" yang memudar, berpisah bukan karena tidak disetujui oleh orang tua, tapi berpisah untuk selama-lamanya. Diketahui sang pria ternyata mengidap penyakit leukimia.. untuk pengobatannya ia di bawa ke luar kota... dan sahabatku ikut untuk menemaninya.. setelah beberapa waktu, ia mulai sembuh.. dan sahabatku pun pulang ke jakarta untuk menyelesaikan perkuliahannya.. tak lama berselang sahabatku mendapatkan kabar bahwa dia kembali drop, dan beberapa hari kemudian ia meninggal. Sahabat ku maafkan aku yang tak menemani disaat kau mengalami goncangan dan beban yang berat, maafkan aku yang tak tanggap tentang mu, maafkan aku. Kuharap kau tetap kuat dan tabah.
Komentar
Posting Komentar