Seorang ayah yang bijaksana memiliki anak yang sangat nakal, di sekolahnya anak ini sering kali berkelahi dengan temannya. Setiap dinasehati ayahnya ia selalu berkata akan berubah, tetapi kenakalan tetap dilakukannya. Suatu hari saat ayah anak itu pulang dari kerjanya ia terkejut karena di rumahnya banyak sekali orang yang berkumpul. Setelah orang-orang tersebut membuka jalan untuk ia masuk, ia melihat seorang pria besar sedang memarahi anak dan istrinya. Ternyata anak tersebut baru saja tawuran dengan anak sekolah lainnya. Tawuran tersebut mengakibatkan tangan anak pria besar itu putus dan harus dilarikan ke rumah sakit. Pria besar itu berteriak-teriak sambil mengacungkan parang besar ditangannya untuk menuntut balas. Dengan sigap ayah yang bijaksana tersebut merangkul anak dan istrinya dan menarik mereka mundur. Ratusan kata maaf dan permohonan ampun diutarakan ayah tersebut kepada pria besar yang sedang naik pitam, apa daya ia tetap tidak dapat memaafkannya. Akhirnya ayah yang ...
"And delivered His strength into captivity, and His glory into the enemy's hand."