Photo by Samantha Sophia on Unsplash Seorang muda yang baru menyelesaikan belajarnya di seminari, melayani di sebuah gereja. Ia dipercayakan untuk membawakan renungan di ibadah remaja. Selama empat kali membawakan renungan, pemuda ini hanya membahas mengenai rendah hati saja. Melihat hal ini dua pendeta senior mengajaknya berbicara. Pendeta pertama mengatakan bahwa renungan yang dibawakan jangan hanya membahas satu hal saja, renungan harus lebih bervariasi agar remaja tidak bosan mendengarnya. Kemudian pemuda itu menunduk dan berkata “Hanya itu yang aku tahu Pak”. Di lain tempat pendeta yang lain memuji renungan yang dibawakannya, Ia berkata bahwa renungan tentang rendah hati yang dibawakannya selama satu bulan ini begitu dalam, begitu kaya akan pengertian dan hikmat, begitu memberkati dan pada beberapa sesi, pendeta ini berkata bahwa para orang tua remaja yang duduk bersamanya sesekali mengusap-usap air mata. Kemudian pemuda ini pun menunduk dan berkata “Ha...
"And delivered His strength into captivity, and His glory into the enemy's hand."